Masker Mulai Langka, Para Kepala Daerah Bagikan Gratis
Wali Kota Tangerang Sachrudin membagikan masker kepada pengendara di Jalan TMP Taruna hingga kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang, Senin (7/9).(Diskominfo Kota Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Stok masker mulai langka menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Kondisi itu membuat para Kepala Daerah turun langsung membagikan masker gratis kepada warga.
Seperti yang dilakukan Wali Kota Tangerang, Sachrudin membagikan masker kepada sejumlah pengendara yang melintas di Jalan TMP Taruna hingga kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang. Aksi tersebut dilakukan Sachrudin bersama jajaran Pemkot Tangerang, di antaranya BPBD, Dinas Kesehatan dan sejumlah perangkat daerah terkait. Pembagian masker dilakukan sebelum Sachrudin memimpin apel pagi di Puspemkot Tangerang.
Langkah tersebut merupakan upaya Pemkot Tangerang mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi GAK yang mulai menjangkau sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jabodetabek. Sachrudin meminta masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah. “Kami juga sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tidak perlu panik, yang penting kita jaga kesehatan kita,” ujar Sachrudin, Senin (7/9).
Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik. Terlebih, sebaran abu disebut telah mencapai wilayah Jabodetabek hingga Jawa Barat. Pemkot Tangerang juga mengambil langkah pencegahan di sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar sementara dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk menjaga kondisi kesehatan para siswa.
Sachrudin mengatakan, kebijakan PJJ tidak berarti menghentikan proses pembelajaran. Kegiatan belajar tetap berjalan secara daring selama masa antisipasi dampak abu vulkanik. Ia menegaskan, kesehatan anak menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penerapan PJJ. Dengan pembelajaran dilakukan secara daring, proses pendidikan diharapkan tetap berlangsung tanpa membuat siswa terpapar langsung kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.
Untuk sementara, Pemkot Tangerang menetapkan PJJ berlangsung selama tiga hari ke depan. Kebijakan tersebut akan dievaluasi menyesuaikan perkembangan kondisi dan informasi terkait sebaran abu vulkanik.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Penggunaan masker, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, menjadi salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan.
Aksi serupa juga dilakukan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyusul stok masker di sejumlah apotek di Kota Serang mulai langka menyusul erupsi GAK.
Budi mengatakan, pembagian masker dilakukan untuk membantu masyarakat melindungi diri dari paparan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.”Kita membantu masyarakat untuk selalu memakai masker ketika ada erupsi dari Gunung Anak Krakatau,” kata Budi turun langsung membagikan masker gratis kepada warga di kawasan Ciceri, Kota Serang, Senin (7/9).
Ia mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Pemkot Serang juga menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa pada Senin sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik.”Sekolah hari ini kita liburkan, belajar lewat daring. Semoga ini upaya Pemerintah Kota Serang untuk memperkecil risiko penyakit yang nanti dari debu itu masuk ke paru-paru,” ujarnya.
Budi belum memastikan apakah PJJ akan diperpanjang. Pemkot Serang masih memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi abu vulkanik dengan mengacu pada informasi BMKG serta laporan tim di lapangan. Selain memberlakukan PJJ, Budi menyampaikan kegiatan upacara bagi ASN di lingkungan Pemkot Serang juga ditiadakan pada Senin sebagai langkah antisipasi.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 3182 Tahun 2026 tentang kewaspadaan dan upaya perlindungan kesehatan terhadap paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Surat edaran tersebut ditujukan kepada kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta masyarakat di Kota Tangsel. ”Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan,” ujarnya dalam surat edaran tersebut, Senin (7/9).
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan apabila terhirup maupun mengenai mata dan kulit. Karena itu, masyarakat diminta melakukan sejumlah langkah perlindungan.
Sumber:
