BJB

PSEL Serang Raya Ditarget Mulai Dibangun Akhir Tahun

PSEL Serang Raya Ditarget Mulai Dibangun Akhir Tahun

Pembahasan progres PSEL Serang Raya di Aula Sekretariat Daerah (Setda) lantai 1, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, Senin (7/9). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya ditargetkan mulai dibangun pada akhir 2026. Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon kini mema­tangkan sejumlah kebutuhan proyek yang akan dibangun di Cilowong, Kota Serang.

Pembahasan progres PSEL Serang Raya dilakukan dalam rapat di Aula Sekretariat Daerah (Setda) lantai 1, Pusat Peme­rintahan Kota (Puspemkot) Serang, Senin (7/9). Rapat dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang, Bupati Serang, dan Wali Kota Cilegon.

Andra mengatakan sejumlah persoalan yang menjadi bagian dari persiapan proyek, mulai ketersediaan air, lahan hingga pematangan lahan, telah men­dapatkan solusi.

“Wilayah Serang Raya, yakni Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon, insya Allah lokasinya telah ditempatkan di Cilowong. Target kita, ground­breaking bisa dilaksanakan pada bulan Desember 2026,” ujarnya.

Berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS), pembangunan fasilitas PSEL menjadi tanggung jawab Danantara. Sementara penyediaan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Serang. Adapun pema­tangan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Cilegon.

Andra mengatakan penye­lesaian berbagai kebutuhan ter­sebut dilakukan untuk me­mas­tikan proyek berjalan sesuai target. Jika groundbreaking terlaksana pada Desember 2026, PSEL Serang Raya ditar­getkan dapat beroperasi sekitar 20 bulan kemudian.

“Di akhir tahun, tepatnya Desember 2026, proyek PSEL Serang Raya insya Allah bisa dilaksanakan. Dan insya Allah 20 bulan kemudian sudah bisa beroperasi,” katanya.

Selain kesiapan pembangun­­an, pemerintah juga harus me­mastikan ketersediaan sam­pah sebagai bahan baku PSEL. Proyek tersebut membu­tuhkan sekitar 1.100 ton sampah per hari.

Kota Serang dan Kabupaten Serang masing-masing men­dapat porsi penyediaan 400 ton sampah per hari. Andra menyebut timbulan sampah di kedua wilayah tersebut saat ini sudah lebih dari 400 ton per hari.

Meski demikian, pemerintah daerah masih memiliki waktu untuk membenahi sistem pengumpulan dan pengang­kutan sampah sebelum PSEL mulai beroperasi.

“Ini yang kemudian kita harus punya waktu. Sebelum proyek ini beroperasional, kita punya waktu untuk merapikan atau kemudian melakukan evaluasi terkait tata kelola atau penge­lolaan collecting sampah yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Denera Danantara Fadli Rahman mengatakan pihaknya siap mempercepat implementasi PSEL Serang Raya melalui dukungan pemerintah daerah.

Terkait pembiayaan, Fadli memastikan pembangunan PSEL akan menggunakan investasi dari pihak Danantara bersama investor yang telah masuk.

“Anggarannya itu nanti dari investasi kami dan pihak investor yang sudah masuk,” ujarnya.

Sumber: