BJB

PMI Banten Bagikan 100 Ribu Masker

PMI Banten Bagikan 100 Ribu Masker

Pengurus PMI sedang membagikan masker kepada masyarakat agar terhindar dari paparan abu vulkanik, Senin (7/9). (PMI PROVINSI BANTEN UNTUK TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Ban­ten membagikan 100 ribu masker kepada masyarakat ka­bupaten kota yang mem­butuhkan.

Hal ini dilakukan sebagai langkah tanggap darurat ada­nya erupsi Gunung Anak Kra­katau (GAK) yang menebarkan abu vulkanik menyebar ke berbagai wilayah di Provinsi Banten.

Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengata­kan, pengurus dan relawan PMI kota dan kabupaten sudah bergerak sebagai kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak dari erupsi GAK yang menge­luarkan abu vulkanik.

"PMI Provinsi Banten bersa­ma PMI kabupaten dan kota sudah bergerak membantu masyarakat menghadapi dampak erupsi GAK, terutama potensi paparan abu vulkanik. Kebutuhan yang kami prio­ritaskan adalah masker untuk masyarakat," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (7/9).

Tatu mengatakan, PMI Pro­vinsi Banten memiliki 11.750 stok masker. Ditambah donasi dari PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Serang Mill sebanyak 50.000 masker dan dari Riders Grup sebanyak 2.000 masker.

Pembagian masker sudah dilakukan sejak Juli hingga Agustus saat musibah kebakaran di TPA Jatiwaringin sebanyak 6.000 masker dan kepada PMI kabupaten kota sebanyak 47.800 masker.

"Masker yang diterima PMI kabupaten dan kota, kami minta untuk dibagikan kepada masyarakat dan saat ini terus dilakukan," ujarnya.

Dikatakan Tatu, PMI Provinsi Banten akan mendapatkan bantuan dari PMI pusat seba­nyak 100.000 masker. Pihaknya kembali mendistribusikan kepada PMI kabupaten dan kota sebanyak 105.000 masker pada Minggu 8 September 2026.

Distribusi direncanakan untuk Kabupaten Serang se­ba­nyak 30.000 masker, Kabu­paten Pandeglang 20.000 mas­ker, Kabupaten Lebak 10.000 masker, Kota Cilegon 10.000 masker, Kota Tangerang 10.000 masker, Kota Serang 15.000 masker, dan Kota Tange­rang Selatan 10.000 masker.

"Masker tersebut selanjutnya diperuntukkan bagi masya­rakat sesuai kebutuhan dan kondisi di masing-masing daerah atas adanya abu vulkanik dari GAK. Supaya masyarakat bisa terhindar dari paparan abu vulkanik, dan terhindar dari penyakit pernapasan seperti ISPA," ucapnya.

Kata Tatu, distribusi masker merupakan bagian dari upaya PMI mengurangi risiko kesehatan masyarakat akibat paparan abu vulkanik. 

PMI kabupaten dan kota sudah diperintahkan segera meneruskan masker kepada masyarakat, terutama pada wilayah yang membutuhkan.

"Masker jangan hanya tersimpan di gudang, kami ingin bantuan ini segera sampai dan digunakan masyarakat. Terutama bagi warga yang lingkungannya terdampak abu vulkanik," tuturnya. (agm)

Sumber: