TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Serang diberhentikan sementara (suspend) akibat belum terpenuhinya sejumlah persyaratan, terutama pada aspek infrastruktur.
Dampaknya, ribuan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat terdampak layanan.
Dua SPPG yang disetop sementara tersebut yakni SPPG Kota Serang Curug Curug dan SPPG Kota Serang Serang Cipare 3.
Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan keputusan itu merupakan hasil rapat koordinasi dengan Deputi Badan Gizi Nasional (BGN).
“Berdasarkan hasil rapat dengan Deputi BGN, informasinya ada dua SPPG di Kota Serang yang disuspend. Namun saat itu belum dijelaskan secara rinci unit mana saja, dan kini sudah terkonfirmasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya sempat mencatat sekitar lima SPPG yang menjadi perhatian. Namun, berdasarkan evaluasi terbaru, jumlah yang disetop sementara kini tersisa dua.
Pihak Satgas MBG Kota Serang juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pendampingan kepada pengelola SPPG, terutama dalam pemenuhan standar yang ditetapkan.
“Kami berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar SPPG dapat kembali beroperasi, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” kata Yudi.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Serang, Nuni Pratiwi, membenarkan bahwa dua SPPG yang disuspend yakni SPPG Kota Serang Curug Curug dan SPPG Kota Serang Serang Cipare 3.
Menurutnya, penghentian sementara tersebut dilakukan karena masih adanya kekurangan pada aspek infrastruktur yang harus dipenuhi oleh pengelola. Beberapa di antaranya meliputi Sertifikat SLHS, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga fasilitas mess atau tempat istirahat.
“Semua karena infrastruktur," jelasnya.
Menurutnya, status suspend bersifat sementara dengan tenggat waktu maksimal satu bulan untuk melakukan perbaikan. Namun, pihaknya mendorong agar pembenahan dapat dilakukan lebih cepat agar layanan kembali normal.
Selama masa perbaikan, BGN melakukan pengawasan ketat dengan memonitor perkembangan setiap hari melalui kepala SPPG yang melaporkan kepada koordinator kecamatan.
Adapun jumlah penerima manfaat yang terdampak mencapai 4.917 orang. Meski demikian, BGN memastikan layanan MBG tetap berjalan melalui pengalihan ke SPPG terdekat.
“Penerima manfaat dialihkan ke SPPG terdekat, dengan catatan kapasitasnya tidak melebihi 3.000 penerima,” ujar Nuni. (ald)