Damkar Tangsel Jadi Sarana Edukasi bagi Anak-anak
Anak-anak dari sejumlah sekolah TK diajak menaiki mobil damkar saat kunjungan ke Kantor Damkar Kota Tangsel beberapa waktu lalu.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG UTARA — Tugas petugas pemadam kebakaran tidak hanya memadamkan api saat terjadi kebakaran maupun melakukan penyelamatan. Di Kota Tangsel, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) juga aktif memberikan edukasi kepada anak-anak tentang bahaya kebakaran dan cara pencegahannya sejak usia dini.
Melalui program kunjungan edukatif, kantor Damkar Tangsel rutin menerima kedatangan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK hingga SD. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat profesi pemadam kebakaran sekaligus belajar mengenai keselamatan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, mobil pemadam kebakaran yang selama ini identik dengan penanganan kebakaran kini juga menjadi wahana edukasi dan hiburan yang diminati anak-anak.
“Tidak jarang mobil damkar menjadi kendaraan ramah anak. Banyak siswa PAUD dan TK yang datang untuk mengenal tugas serta profesi petugas pemadam kebakaran,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Minggu (14/6).
Dohiri menambahkan, salah satu kegiatan yang paling disukai anak-anak adalah saat diajak menaiki mobil pemadam kebakaran dan berkeliling area kantor Damkar. Keceriaan mereka semakin terlihat ketika mengikuti simulasi penyemprotan air menggunakan peralatan pemadam kebakaran.
“Anak-anak sangat antusias ketika diajak berkeliling dan melihat langsung berbagai peralatan yang digunakan petugas. Mereka paling senang saat bermain air dari semprotan mobil damkar,” tambahnya.
Selain mengenalkan kendaraan operasional, petugas juga memperlihatkan berbagai perlengkapan yang digunakan saat bertugas, seperti helm, jaket tahan panas, sarung tangan, sepatu khusus, selang pemadam hingga nozzle.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak memahami bagaimana proses penanganan kebakaran dilakukan oleh petugas di lapangan.
“Selang, nozzle, baju pemadam kebakaran hingga mobil damkar semuanya kami perkenalkan agar mereka mengetahui tugas dan peralatan yang digunakan petugas saat bekerja,” jelasnya.
Tak hanya itu, petugas juga memberikan edukasi mengenai bahaya kebakaran serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan rumah.
Materi keselamatan lainnya juga disampaikan kepada anak-anak, termasuk cara bersikap ketika menemukan hewan berbahaya seperti ular. “Kalau bertemu ular jangan didekati atau dipegang. Segera laporkan kepada orang tua atau orang dewasa karena kita tidak tahu apakah ular tersebut berbahaya atau tidak,” terangnya.
Dohiri mengungkapkan, kunjungan edukasi ke kantor Damkar hampir berlangsung setiap hari. Selain menambah wawasan, kegiatan tersebut juga bertujuan menanamkan kesadaran tentang pentingnya keselamatan sejak usia dini.
Anak-anak terlihat aktif bertanya dan mengikuti setiap sesi yang dikemas secara interaktif sehingga suasana belajar terasa menyenangkan. “Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan profesi pemadam kebakaran sekaligus memberikan pemahaman tentang keselamatan kepada anak-anak sejak dini,” tuturnya.
Tidak hanya siswa, para orang tua dan guru yang mendampingi juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya kebakaran serta langkah-langkah pencegahannya di rumah.
Sumber:


