Ketua DPRD Soroti Polemik Pasar Cisoka, Harus Dicari Solusi

Senin 02-03-2026,21:05 WIB
Reporter : Dani Mukarom
Editor : Aries Maulansyah

Dampaknya, jumlah pengun­jung terbagi dua dan pedagang di dalam pasar mengalami pe­nurunan pendapatan yang cu­kup signifikan. Nana meng­ungkapkan, omzet pedagang bisa turun hingga setengah dari biasanya.

“Kalau dulu bisa dapat satu juta misalnya, sekarang cuma 500 ribu atau bahkan 300 ribu. Jauh menurun,” jelasnya.

Kondisi tersebut semakin be­rat karena sebagian pedagang di pasar utama masih dalam tahap mencicil kepemilikan kios ke bank. Dengan pendapat­an yang anjlok, beban cicilan menjadi tantangan tersendiri.

Saat ini, jumlah pedagang di dalam pasar utama mencapai sekitar 500 orang. Paguyuban berharap ada ketegasan peme­rintah agar seluruh pedagang dipusatkan di satu lokasi demi pemerataan pengunjung dan keadilan usaha.

Nana mengaku mulai melihat titik terang setelah adanya pem­bahasan bersama DPRD. Berdasarkan kajian DTRB, ak­ti­vitas pasar di luar disebut melanggar tata ruang.

“Alhamdulillah tadi ada pen­cerahan. Katanya sudah ada kajian dari DTRB bahwa pasar di sana melanggar tata ruang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa bersatu kem­bali ke pasar utama,” ungkap­nya.

Sebagai bentuk solusi, pe­ngelola pasar juga menawarkan berbagai kemudahan bagi pe­dagang luar yang ingin pindah ke dalam. Di antaranya fasilitas gratis tiga bulan bagi yang ingin membeli kios. Jika belum mam­pu membeli, tersedia sistem sewa los dengan tarif Rp500 ribu per bulan.

“Kalau mau masuk, dulu su­dah dikasih gratis tiga bulan. Kalau kerasan baru cicil beli. Kalau merasa berat, ada sistem sewa juga, los itu 500 ribu per bulan,” terang Nana.(dan)

Kategori :