diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

SMPN 1 Sepatan Timur Gelar Studi Ramadan

SMPN 1 Sepatan Timur Gelar Studi Ramadan

STUDI RAMADAN: Kegiatan studi Ramadan yang digelar oleh SMPN 1 Sepatan Timur dalam rangka pembinaan karakter di bulan Ramadan.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 1 Sepatan Timur, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan Studi Ramadan yang diikuti oleh seluruh siswa. Kegiat­an ini menjadi bagian dalam mem­bentuk karakter siswa agar memiliki kepribadian yang lebih baik.

Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dengan pe­nuh khidmat, mulai dari membaca Al-Qur’an bersama, mendengar­kan kisah para nabi dan malaikat, melaksanakan salat berjamaah, hingga menghafal surat-surat pen­dek. Seluruh kegiatan diran­cang untuk menanamkan nilai-nilai religius sekaligus memba­ngun kebiasaan baik selama Ra­­madan.

Kepala SMPN 1 Sepatan Timur Hasbiallah mengatakan, Studi Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan sarana pembinaan karakter yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Studi Ramadan ini adalah wa­dah pembinaan bagi seluruh siswa agar mereka memiliki akhlakul karimah. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” ujar Hasbiallah kepada Tangerang Ekspres, Rabu (25/2).

Ia menjelaskan, melalui kegiatan membaca Al-Qur’an dan meng­hafal surat pendek, siswa dilatih untuk mencintai kitab suci serta membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari. Sementara melalui cerita nabi dan malaikat, siswa diajak mene­ladani sifat-sifat mulia seperti kejujuran, kesabaran, dan tang­gung jawab.

“Dengan mendengarkan kisah para nabi dan malaikat, anak-anak bisa mengambil pelajaran tentang keteladanan. Kami berha­rap nilai-nilai tersebut dapat me­reka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah mau­pun di rumah,” paparnya.

Menurut Hasbiallah, salat berja­maah juga menjadi bagian penting dalam Studi Ramadan karena mengajarkan kedisiplinan dan kebersamaan. Ia menekankan bahwa kebiasaan baik yang diba­ngun selama Ramadan diharapkan terus berlanjut meski bulan suci telah usai.

“Kami ingin Ramadan menjadi momentum perubahan. Jangan hanya semangat di bulan ini saja, tetapi setelah Ramadan pun me­reka tetap menjaga ibadah, tetap membaca Al-Qur’an, dan tetap berperilaku baik,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi antusias­me siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, semangat dan partisipasi aktif siswa menunjukkan bahwa pem­binaan karakter melalui pende­katan religius masih sangat relevan dan dibutuhkan.

“Kami bangga melihat semangat anak-anak. Mereka mengikuti kegiatan dengan serius, tertib, dan penuh rasa ingin belajar. Ini menjadi harapan besar bagi kami bahwa generasi muda kita bisa tumbuh menjadi pribadi yang unggul, baik secara aka­demik maupun moral,” tutupnya. (ran)

Sumber: