SMPN 1 Sepatan Timur Gelar Studi Ramadan
STUDI RAMADAN: Kegiatan studi Ramadan yang digelar oleh SMPN 1 Sepatan Timur dalam rangka pembinaan karakter di bulan Ramadan.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 1 Sepatan Timur, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan Studi Ramadan yang diikuti oleh seluruh siswa. Kegiatan ini menjadi bagian dalam membentuk karakter siswa agar memiliki kepribadian yang lebih baik.
Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dengan penuh khidmat, mulai dari membaca Al-Qur’an bersama, mendengarkan kisah para nabi dan malaikat, melaksanakan salat berjamaah, hingga menghafal surat-surat pendek. Seluruh kegiatan dirancang untuk menanamkan nilai-nilai religius sekaligus membangun kebiasaan baik selama Ramadan.
Kepala SMPN 1 Sepatan Timur Hasbiallah mengatakan, Studi Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan sarana pembinaan karakter yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Studi Ramadan ini adalah wadah pembinaan bagi seluruh siswa agar mereka memiliki akhlakul karimah. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” ujar Hasbiallah kepada Tangerang Ekspres, Rabu (25/2).
Ia menjelaskan, melalui kegiatan membaca Al-Qur’an dan menghafal surat pendek, siswa dilatih untuk mencintai kitab suci serta membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari. Sementara melalui cerita nabi dan malaikat, siswa diajak meneladani sifat-sifat mulia seperti kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab.
“Dengan mendengarkan kisah para nabi dan malaikat, anak-anak bisa mengambil pelajaran tentang keteladanan. Kami berharap nilai-nilai tersebut dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” paparnya.
Menurut Hasbiallah, salat berjamaah juga menjadi bagian penting dalam Studi Ramadan karena mengajarkan kedisiplinan dan kebersamaan. Ia menekankan bahwa kebiasaan baik yang dibangun selama Ramadan diharapkan terus berlanjut meski bulan suci telah usai.
“Kami ingin Ramadan menjadi momentum perubahan. Jangan hanya semangat di bulan ini saja, tetapi setelah Ramadan pun mereka tetap menjaga ibadah, tetap membaca Al-Qur’an, dan tetap berperilaku baik,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, semangat dan partisipasi aktif siswa menunjukkan bahwa pembinaan karakter melalui pendekatan religius masih sangat relevan dan dibutuhkan.
“Kami bangga melihat semangat anak-anak. Mereka mengikuti kegiatan dengan serius, tertib, dan penuh rasa ingin belajar. Ini menjadi harapan besar bagi kami bahwa generasi muda kita bisa tumbuh menjadi pribadi yang unggul, baik secara akademik maupun moral,” tutupnya. (ran)
Sumber:

