Warga Keluhkan Truk Tanah Masuk Jalan Kampung
MASUK JALAN KAMPUNG: Warga mengambil gambar truk tanah masuk jalan perkampungan di Pakuhaji. Warga Tangerang keluhkan iring-iringan truk tanah raksasa yang masuk ke jalan perkampungan saat dini hari. Diduga hindari penutupan jalan utama, keamanan kabel li-Zakky Adnan/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, PAKUHAJI — Warga mengeluhkan aktivitas truk tanah bertonase besar yang nekat melintasi jalanan sempit di area permukiman warga pada dini hari. Kejadian ini diduga terjadi akibat penutupan akses di jalan protokol utama, sehingga para sopir truk memilih jalur alternatif melalui perkampungan.
Dalam sebuah unggahan video yang viral, terlihat iring-iringan truk tanah berukuran besar melaju perlahan di tengah jalan kampung yang sempit. Sang perekam video menyatakan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB.
”Mobil tanah lewat kampung kita jam 2. Jalan Pakuhaji ditutup, dia lewat sini coba,” ujar pria dalam video tersebut dengan nada kecewa.
Kondisi jalan yang pas-pasan membuat badan truk hampir memenuhi seluruh badan jalan. Hal ini tidak hanya mengganggu waktu istirahat warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan infrastruktur jalan desa dan risiko kecelakaan.
Pria itu juga memperingatkan para sopir truk mengenai rendahnya kabel listrik yang melintang di atas jalan kampung.
”Ingat kabel, kabel woi! Di belakang masih banyak itu,” teriak warga itu memperingatkan potensi bahaya kabel yang tersangkut muatan truk yang tinggi sambil merekam iring-iringan truk tanah.
Selain masalah kabel, warga mengeluhkan getaran hebat yang dirasakan saat truk melintas, serta debu yang ditinggalkan. Jalanan perkampungan yang tidak dirancang untuk beban berat dikhawatirkan akan cepat retak dan hancur jika terus dilewati armada truk tambang tersebut.
Warga berharap pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat dapat memperketat pengawasan, terutama saat adanya penutupan jalan di jalur utama. (zky)
Sumber:

