SMPN 1 Sukadiri Biasakan Zikir Bersama Usai Salat Duha
ZIKIR BERSAMA: Siswa SMPN 1 Sukadiri mengikuti zikir bersama usai menggelar Salat Duha sebagai salah satu peningkatan kualitas keimanan siswa.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Selama Ramadan SMPN 1 Sukadiri, kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, melakukan zikir bersama usai Salat Duha berjamaah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter siswa di bulan Ramadan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap pagi setelah para siswa menunaikan salat duha di lapangan sekolah. Dengan penuh khidmat, ratusan siswa duduk bersila. Mereka juga melantunkan kalimat-kalimat zikir yang dipandu oleh guru agama. Lantunan tasbih, tahmid, dan tahlil menggema, menciptakan suasana yang menenangkan dan penuh kekhusyukan.
Kepala SMPN 1 Sukadiri Rizki Amelia mengatakan, pembiasaan zikir bersama ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter religius siswa.
“Bulan Ramadan adalah momen yang sangat tepat untuk membentuk karakter spiritual anak-anak. Kami ingin mereka tidak hanya menjalankan ibadah puasa, tetapi juga membiasakan diri berzikir. Hal ini agar hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih,” ujar Rizki kepada Tangerang Ekspres, Rabu (25/2).
Menurutnya, zikir memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun psikologis. Dengan membiasakan siswa mengucapkan kalimat-kalimat zikir, diharapkan mereka dapat merasakan ketenangan batin dan lebih mampu mengendalikan diri dalam keseharian.
“zikir itu sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Kalimat-kalimat yang diucapkan berulang-ulang bisa menenangkan hati, menumbuhkan rasa syukur, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kami ingin anak-anak merasakan bahwa beribadah itu bukan beban, melainkan kebutuhan,” paparnya.
Rizki juga menegaskan, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial selama Ramadan. Pihak sekolah berkomitmen untuk menjadikannya sebagai budaya sekolah yang berkelanjutan.
“Harapan kami, setelah Ramadan berakhir, kebiasaan berzikir ini tetap melekat pada diri siswa. Mereka bisa melakukannya di rumah, setelah salat, atau kapan pun mereka merasa gelisah. Jika sudah menjadi kebiasaan, insyaallah akan terbawa hingga dewasa,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter.
“Kami ingin, lulusan SMPN 1 Sukadiri tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara spiritual. zikir bersama ini adalah salah satu ikhtiar kami dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki ketenangan dalam menghadapi tantangan,” katanya.
Rizki menjelaskan, para siswa pun terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Meski digelar di pagi hari, mereka tetap semangat melantunkan zikir bersama teman-temannya. Guru-guru turut mendampingi dan memberikan teladan, sehingga tercipta kebersamaan yang harmonis antara tenaga pendidik dan peserta didik.(ran)
Sumber:

