Dewan Minta PT KIM Bangun IPAL Terpadu

Rabu 14-01-2026,21:29 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Komisi IV DPRD Kabupaten Serang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke PT Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (14/1). 

Dalam kunjungan tersebut, dewan meminta pihak penge­lola agar segera membangun Instalasi Pengolahan Air Lim­bah (IPAL) terpadu, guna men­­cegah pencemaran ling­kungan perusahaan di kawasan industri modern Cikande.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas mengatakan, kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pe­ng­awasan aktivitas industri yang dinilai berpotensi menim­bulkan dampak lingkungan, khususnya pencemaran air.

Sehingga, pihak pengelola kawasan industri harus mem­bangun IPAL terpadu karena sangat penting, agar seluruh limbah cair dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut dapat dikelola dengan baik dan se­suai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kita datang untuk mem­pertanyakan mereka ini sebe­narnya punya tidak IPAL ter­padu, ternyata belum punya padahal telah berdiri hampir 17 tahun lebih. Kita tanya ke­napa, kalau tidak ada IPAL nan­tinya berdampak luas terhadap lingkungan di Kabu­paten Serang, khususnya Serang Timur," katanya kepada wartawan saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Anas mengatakan, pihaknya sudah meminta pihak penge­lola untuk berkomitmen terkait kapan IPAL terpadu akan dibangunnya. Mereka menye­butkan pada Oktober ini akan mulai dibangun. 

"Kami minta kalau bisa sece­patnya dibangun April ini, ja­ngan nunggu Oktober kela­maan, kasian masyarakat seki­tar khawatir terpapar oleh lim­bah cair industri ini," ujarnya.

Anas mengaku, tidak me­nge­tahui selama ini peru­sa­haan di kawasan industri mo­dern Cikan­de membuang limbah cairnya kemana, karena dari pengakuan pengelola pun ja­wa­bannya terkesan menutupinya.

"Kita tidak tahu nih, pabrik-pabrik ini buang limbahnya ke mana, sementara IPAL terpadunya juga tidak ada, me­reka jawabannya kaya ngeles gitu," ucapnya.

Kata Anas, IPAL terpadu ini untuk menampung limbah cair semua perusahaan di wi­la­yah industri modern Cikande, supaya tidak terpencar-pencar pembuangannya.

"Di sana itu kan pembuangan limbah cairnya tidak terpusat, makanya kita mendorong IPAL terpadu harus dibangun, su­paya semua perusahaan nanti mem­buang limbahnya di sini," tuturnya.

Menurut pengakuan pihak pengelola, kata Anas, IPAL terpadu akan dibangun di luas tanah satu hektare, dan dipa­sangkan alat khusus supaya limbah cair perusahaan biar jernih atau bersih untuk se­lanjutnya didaur ulang.

"Kalau misalkan limbahnya sudah penuh, nanti ada alat penyaringnya supaya tidak ber­bahaya ini limbahnya, didaur ulang menjadi produk yang dia siapkan," ujarnya. (agm)

Kategori :