TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Komisi IV DPRD Kabupaten Serang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke PT Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (14/1).
Dalam kunjungan tersebut, dewan meminta pihak pengelola agar segera membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu, guna mencegah pencemaran lingkungan perusahaan di kawasan industri modern Cikande.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas mengatakan, kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan aktivitas industri yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, khususnya pencemaran air.
Sehingga, pihak pengelola kawasan industri harus membangun IPAL terpadu karena sangat penting, agar seluruh limbah cair dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut dapat dikelola dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kita datang untuk mempertanyakan mereka ini sebenarnya punya tidak IPAL terpadu, ternyata belum punya padahal telah berdiri hampir 17 tahun lebih. Kita tanya kenapa, kalau tidak ada IPAL nantinya berdampak luas terhadap lingkungan di Kabupaten Serang, khususnya Serang Timur," katanya kepada wartawan saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Anas mengatakan, pihaknya sudah meminta pihak pengelola untuk berkomitmen terkait kapan IPAL terpadu akan dibangunnya. Mereka menyebutkan pada Oktober ini akan mulai dibangun.
"Kami minta kalau bisa secepatnya dibangun April ini, jangan nunggu Oktober kelamaan, kasian masyarakat sekitar khawatir terpapar oleh limbah cair industri ini," ujarnya.
Anas mengaku, tidak mengetahui selama ini perusahaan di kawasan industri modern Cikande membuang limbah cairnya kemana, karena dari pengakuan pengelola pun jawabannya terkesan menutupinya.
"Kita tidak tahu nih, pabrik-pabrik ini buang limbahnya ke mana, sementara IPAL terpadunya juga tidak ada, mereka jawabannya kaya ngeles gitu," ucapnya.
Kata Anas, IPAL terpadu ini untuk menampung limbah cair semua perusahaan di wilayah industri modern Cikande, supaya tidak terpencar-pencar pembuangannya.
"Di sana itu kan pembuangan limbah cairnya tidak terpusat, makanya kita mendorong IPAL terpadu harus dibangun, supaya semua perusahaan nanti membuang limbahnya di sini," tuturnya.
Menurut pengakuan pihak pengelola, kata Anas, IPAL terpadu akan dibangun di luas tanah satu hektare, dan dipasangkan alat khusus supaya limbah cair perusahaan biar jernih atau bersih untuk selanjutnya didaur ulang.
"Kalau misalkan limbahnya sudah penuh, nanti ada alat penyaringnya supaya tidak berbahaya ini limbahnya, didaur ulang menjadi produk yang dia siapkan," ujarnya. (agm)