diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

Minat Bekerja di Luar Negeri Meningkat

Minat Bekerja di Luar Negeri Meningkat

Kepala Disnaker Lebak Dedi Lukman memberikan keterangan kepada awak media di Rangkasbitung, Senin (2/3). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak mencatat jumlah pekerja migran pada tahun 2025 lalu meningkat signifikan sebanyak 223 orang,  padahal sebelumnya hanya 150 orang. 

"Jika melihat data, mereka bekerja menyebar di 14 negara di Asia dan Eropa," kata Dedi Lukman Indepur, Kepala Disnaker Lebak, Senin (2/3). 

Menurut Dedi, meningkatnya tenaga kerja migran ini mencerminkan tingginya minat pencari kerja untuk bekerja di luar negeri. Selain peluang kerja yang terbuka, sektor formal dinilai menawarkan pendapatan lebih menjanjikan.

Kerja di luar negeri, kata Dedi, tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran di daerah dan juga sebagai penyumbang devisa negara. 

"Tenaga kerja migran yang tercatat di Disnaker merupakan TKI yang legal dan tercatat resmi di negara," ujarnya. 

Kata dia, Disnaker Lebak menggandeng Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang telah memiliki izin resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan. Hingga awal Januari 2026, tercatat 28 warga kembali diberangkatkan.

“Kami bekerja sama dengan PJTKI itu dalam upaya mengurangi pengangguran, karena minat warga Lebak untuk menjadi pekerja migran cukup tinggi dan terbukti 2025 sebanyak 223 orang dan awal Januari 2026 mencapai 28 orang,” jelasnya.

Adapun negara tujuan penempatan meliputi Arab Saudi, Taiwan, Singapura, Malaysia, Jepang, Turki, Hong Kong, Brunei, Kuwait, Korea Selatan, Qatar, Bulgaria, Uni Emirat Arab, dan Slovakia. Mayoritas bekerja di sektor formal seperti perawat bayi, perawat lansia, tenaga rumah sakit, penjaga toko, pabrik, perbengkelan hingga petugas keamanan.

“Para tenaga kerja migran itu memiliki latar belakang pendidikan mulai dari tamatan SMP sampai sarjana (S-1),” tuturnya.

Ruly Chaeruliyanto, Sekretaris Disnaker Lebak memastikan bahwa seluruh pekerja telah melalui proses pembekalan, termasuk kompetensi teknis dan kemampuan bahasa sesuai standar negara tujuan. 

“Kami berharap tenaga pekerja ke luar negeri memiliki kemampuan bahasa, kompetensi, serta sertifikasi sesuai permintaan dari negara tujuan,” ucapnya. (fad)

Sumber: