BJB NOVEMBER 2025

Dewan Minta Anggaran Perbaikan Irigasi Ditambah

Dewan Minta Anggaran Perbaikan Irigasi Ditambah

Komisi IV DPRD Kabupaten Serang melaksanakan rapat bersama DPUPR Kabupaten Serang, di ruang Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Selasa (20/1). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Komisi IV DPRD Kabupaten Serang menye­butkan, anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penata­an Ruang (DPUPR), untuk per­baikan irigasi akibat ben­cana meteorologi dinilai sangat kecil hanya sekitar Rp2,45 miliar.

Anggaran tersebut, dinilainya tidak balance atau seimbang dengan jumlah wilayah yang terdampak bencana, yang jumlahnya kurang lebih sekitar 25 kecamatan dan 90 lebih desa.

Sehingga, Komisi IV DPRD Kabupaten Serang meminta menghitung ulang kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi, untuk bisa menambahkan anggaran penanganannya.

Hal itu disampaikan, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas kepada wartawan usai, rapat bersama dengan DPUPR Kabupaten Serang, di ruang Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Selasa (20/1). 

"Kita tadi menyikapi masalah proses penanganan banjir yang ada di bidang SDA, ter­nyata anggaran yang disedia­kan hanya Rp2,450 miliar. Kami menilai, bahwa ini tidak balance dengan kondisi Kabu­paten Serang, yang mana ada 25 kecamatan dan 90 lebih desa kena bencana sedikit sekali dengan anggaran segitu tidak cukup," katanya.

Anas menyarankan, adanya penambahan anggaran untuk penanganan perbaikan irigasi dan pendukung lainnya, supa­ya dapat merata semua serta tahan lama dan tidak mudah rusak lagi.

Menurutnya, ada banyak perbaikan yang harus dilaku­kan tidak hanya memperbaiki irigasi yaitu, membeli alat berat agar tidak ketergan­tungan pinjam ke Pemprov Banten, membangun tanggul air di sungai agar tidak meluap dan sebagainya.

"Kalau niatnya untuk mem­ban­tu masyarakat saya harap jangan setengah-setengah, harus optimal supaya kede­pannya tidak banjir lagi. Jadi, tidak hanya perbaikan irigasi, bisa untuk beli alat berat agar tidak sewa atau pinjam, atau buat tanggul air sungai yang kuat, pasti ada anggarannya," ujarnya.

Dikatakan Anas, pihaknya memberikan target ke DPUPR Kabupaten Serang untuk meng­hitung ulang, kebutuhan yang harus dilakukan sekaligus menambahkan anggarannya.

Dirinya menyayangkan, ada­­nya alokasi anggaran se­besar Rp10 miliar untuk meneruskan pembangunan pembuangan sampah di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja.

Menurutnya, tidak perlukan lagi karena Pemkab Serang sudah bekerjasama dengan Pemkot Serang, terkait pem­buangan sampah yang nilainya puluhan miliar, lebih baik anggarannya dialihkan ke pe­kerjaan yang lebih mendesak.

"Ngapain kita mau kembali meneruskan di Bojong Men­teng, soal pembangunan tem­pat sampah karena yang dulu aja bermasalah, lebih baik digunakan untuk peker­jaan yang lainnya. Kami beri waktu satu Minggu, untuk bergeser anggaran silahkan rapatkan dengan TAPD," ucapnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Serang Mochamad Ronny Natadipraja mengata­kan, untuk pena­ngan­an ben­cana meteorologi dianggarkan sebesar Rp2,450 miliar, yang digunakan untuk perbaikan irigasi namun dinilai masih minim oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Serang.

"Sudah teranggarkan, tapi menurut dewan sangat minim sekali, mereka mengusulkan agar ada penambahan lagi anggaran terhadap penangan­an banjir tersebut," katanya.

Sumber: