BJB NOVEMBER 2025

Dewan Minta PT KIM Bangun IPAL Terpadu

Dewan Minta PT KIM Bangun IPAL Terpadu

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang melakukan Kunker ke PT Kawasan Industri Modern Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (14/1).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Komisi IV DPRD Kabupaten Serang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke PT Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (14/1). 

Dalam kunjungan tersebut, dewan meminta pihak penge­lola agar segera membangun Instalasi Pengolahan Air Lim­bah (IPAL) terpadu, guna men­­cegah pencemaran ling­kungan perusahaan di kawasan industri modern Cikande.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas mengatakan, kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pe­ng­awasan aktivitas industri yang dinilai berpotensi menim­bulkan dampak lingkungan, khususnya pencemaran air.

Sehingga, pihak pengelola kawasan industri harus mem­bangun IPAL terpadu karena sangat penting, agar seluruh limbah cair dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut dapat dikelola dengan baik dan se­suai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kita datang untuk mem­pertanyakan mereka ini sebe­narnya punya tidak IPAL ter­padu, ternyata belum punya padahal telah berdiri hampir 17 tahun lebih. Kita tanya ke­napa, kalau tidak ada IPAL nan­tinya berdampak luas terhadap lingkungan di Kabu­paten Serang, khususnya Serang Timur," katanya kepada wartawan saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Anas mengatakan, pihaknya sudah meminta pihak penge­lola untuk berkomitmen terkait kapan IPAL terpadu akan dibangunnya. Mereka menye­butkan pada Oktober ini akan mulai dibangun. 

"Kami minta kalau bisa sece­patnya dibangun April ini, ja­ngan nunggu Oktober kela­maan, kasian masyarakat seki­tar khawatir terpapar oleh lim­bah cair industri ini," ujarnya.

Anas mengaku, tidak me­nge­tahui selama ini peru­sa­haan di kawasan industri mo­dern Cikan­de membuang limbah cairnya kemana, karena dari pengakuan pengelola pun ja­wa­bannya terkesan menutupinya.

"Kita tidak tahu nih, pabrik-pabrik ini buang limbahnya ke mana, sementara IPAL terpadunya juga tidak ada, me­reka jawabannya kaya ngeles gitu," ucapnya.

Kata Anas, IPAL terpadu ini untuk menampung limbah cair semua perusahaan di wi­la­yah industri modern Cikande, supaya tidak terpencar-pencar pembuangannya.

"Di sana itu kan pembuangan limbah cairnya tidak terpusat, makanya kita mendorong IPAL terpadu harus dibangun, su­paya semua perusahaan nanti mem­buang limbahnya di sini," tuturnya.

Menurut pengakuan pihak pengelola, kata Anas, IPAL terpadu akan dibangun di luas tanah satu hektare, dan dipa­sangkan alat khusus supaya limbah cair perusahaan biar jernih atau bersih untuk se­lanjutnya didaur ulang.

"Kalau misalkan limbahnya sudah penuh, nanti ada alat penyaringnya supaya tidak ber­bahaya ini limbahnya, didaur ulang menjadi produk yang dia siapkan," ujarnya. (agm)

Sumber: