Disnakeswan Edukasi Peternak Kambing dan Kerbau

Selasa 16-12-2025,21:14 WIB
Reporter : Ahmad Fadilah
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak memberikan pelayanan kesehatan kepada ternak milik warga, berupa pemberian vitamin hewan dan edukasi peternakan  yang sehat dan profesional, Selasa (16/12). 

”Kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak masyarakat melalui  pelayanan kesehatan hewan intensif,” kata Kepala Dinas Peter­nakan dan Kesehatan Hewan, Feby Herdian, kepada wartawan di Rangkasbitung. 

Menurutnya, program ini menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah daerah untuk memperkuat sektor peternakan lokal. Melalui pendekatan langsung ke masyarakat, Disnakeswan ingin memastikan bahwa setiap peternak mendapatkan layanan kesehatan ternak yang cepat, tepat, dan profesional.

“Kesehatan ternak adalah fondasi utama sektor peternakan kita. Kalau ternaknya sehat, maka ekonomi peternak ikut kuat,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mem­perkuat ketahanan pangan daerah. Ternak yang sehat menjadi sumber protein hewani yang stabil bagi masyarakat, sekaligus pilar penting dalam mewujudkan keman­dirian pangan lokal.

”Pelayanan kesehatan hewan ini menargetkan dua jenis ternak utama di Cibadak, yaitu kerbau dan domba. Kedua jenis ternak tersebut meru­pakan komoditas penting bagi masyarakat desa yang meng­gantungkan ekonomi keluarga pada sektor peternakan,” paparnya. 

Hanik Malichatin, Kepala Bidang Keswan kesmavet Dis­nakeswan Lebak me­nam­bahkan, fokus kegiatan men­cakup tiga layanan utama. Pertama adalah monitoring ke­sehatan ternak secara me­nye­luruh, bertujuan men­deteksi dini berbagai potensi penyakit yang dapat me­ngancam keberlangsungan produksi ternak.

Kedua, petugas memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta vitalitas ternak. Suplementasi ini pen­ting untuk menjaga kondisi ternak tetap prima, terutama memasuki musim penghujan yang rentan memicu penyakit. 

”Ketiga, peternak men­da­patkan edukasi kom­prehensif me­ngenai praktik peme­liharaan ternak yang baik dan benar,” ucapnya.  

Materi edukasi meliputi sanitasi kandang, manajemen pakan, hingga pemahaman awal gejala penyakit agar peternak dapat mengambil langkah cepat.

Kegiatan ini dirancang untuk memastikan ternak masya­rakat berada dalam kondisi sehat dan mampu mencapai pro­duktivitas optimal, baik dalam hal pertumbuhan mau­pun hasil produk yang dihasilkan. 

”Ternak yang sehat diyakini mampu meningkatkan kua­litas dan kuantitas panen ternak,” katanya.(fad)

Kategori :