BJB

Peringatan Harganas, Gawai Jadi Ancaman Ketahanan Keluarga

Peringatan Harganas, Gawai Jadi Ancaman Ketahanan Keluarga

Wali Kota Tangerang, Sachrudin usai apel Senin pagi bersama penyuluh Keluarga Berencana di Puspemkot Tangerang, Senin, 29 Juni 2026.--

 

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Banten, Andra Soni, menyebut bahwa kehadiran gawai atau handphone di era saat ini bukan hanya dapat berdampak positif melainkan juga menjadi ancaman bagi ketahanan keluarga.

Andra mengatakan, gawai kini telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari keseharian anak-anak, dan tentunya akan berdampak pada pengembangan karakter hingga ketahanan keluarga. Menurutnya, tantangan nyata yang dihadapi keluarga  saat ini begitu kompleks, sebab kini orang tua dihadapkan dengan derasnya arus informasi digital yang masuk lewat ponsel genggam.

"Hari ini, tantangan ekonomi makro, disrupsi teknologi digital yang radikal, pergeseran nilai-nilai sosial, hingga ancaman siber masuk secara langsung dan tanpa permisi ke ruang-ruang keluarga kita melalui gawai yang ada di genggaman anak-anak kita," katanyasaat memimpin Upacara Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Lapangan Setda Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (29/6).

Ia menuturkan, Indonesia saat ini tengah memasuki bonus demografi. Sebuah peluang yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah bangsa. Peluang tersebut, menurutnya harus dimanfaatkan melalui pembangunan kualitas manusia yang dimulai sejak dini dari dalam keluarga.

Maka dari itu, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan di era yang penuh perubahan. Karena itu, penguatan kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental anak harus menjadi perhatian bersama agar lahir generasi yang adaptif, produktif, dan memiliki daya saing.

"Jika ledakan penduduk usia produktif ini tidak memiliki kualitas, tidak memiliki daya saing, maka yang terjadi bukanlah pertumbuhan ekonomi melainkan ledakan angka pengangguran, meningkatnya angka kriminalitas, dan runtuhnya stabilitas sosial," tuturnya.

Sementara itu, Pemkot Tangerang berkomitmen dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan SDM yang unggul. Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin dalam kegiatan apel Senin pagi sekaligus peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat kota, Senin, (29/6).

Sachrudin menegaskan, tantangan di era modern ini menuntut peran keluarga yang lebih aktif dan protektif.  Terutama pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gawai (gadget) pada anak. Para orang tua untuk memastikan teknologi digunakan secara bijak dan positif.

Ia mengingatkan bahwa ancaman bagi generasi muda saat ini sering kali datang dari lingkungan terdekat, sehingga ketahanan keluarga menjadi benteng pertahanan terbaik.

"Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman, sehingga kemana pun anak melangkah, magnet kehangatan keluarga akan selalu menenangkan mereka untuk pulang ke rumah," tegas Sachrudin.

Ia menyebut, bahwa keluarga bukan sekadar unit terkecil dalam masyarakat, melainkan "guru" dari segala kebijakan publik dan penentu arah pembangunan nasional. Menurutnya, kemajuan infrastruktur tidak akan bermakna tanpa diimbangi kualitas SDM yang bermoral dan bermental tangguh.

Sachrudin memaparkan, Pemkot Tangerang terus berupaya menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Pihaknya berkomitmen dalam menekan angka stunting di Kota Tangerang. Pemkot Tangerang juga memberikan perhatian serius pada perlindungan sosial dan digital anak. Ia memperkenalkan sistem layanan cepat pengaduan kekerasan perempuan dan anak melalui aplikasi Silacak Perak.

"Kami menghadirkan layanan pengaduan, pendampingan, hingga konseling yang diperkuat dengan edukasi anti-bullying. Selain itu, kami juga mendukung kebijakan pusat melalui Program Tunas (Tumbuh Anak Siap) untuk membangun kebiasaan penggunaan gawai yang sehat, agar anak tidak terpapar konten yang belum pantas bagi mereka," jelasnya.

Senada disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, mengajak seluruh keluarga di Kota Tangsel untuk terus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat.

Benyamin mengatakan, Pemkot Tangsel terus menjalankan berbagai program yang berorientasi pada penguatan ketahanan keluarga. Saat ini, terdapat sekitar 542 ribu kepala keluarga di Kota Tangsel yang menjadi sasaran berbagai program pembinaan.

Benyamin menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus ekonomi dengan memberikan data yang benar dan akurat. Selain itu, Pemkot Tangsel juga menggandeng berbagai instansi dalam membangun ketahanan keluarga, di antaranya melalui pembinaan kesadaran hukum bersama kepolisian dan kejaksaan.

"Kami bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan untuk memberikan pembinaan serta meningkatkan kesadaran hukum di lingkungan keluarga," ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (28/6).

Di bidang kesehatan, Benyamin menyebutkan pemerintah terus meningkatkan pelayanan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di masyarakat dan kini ditangani oleh Dinas Kesehatan.

Benyamin berharap momentum Harganas menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan berkualitas.

Sementara, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyampaikan peranan ayah penting dalam keluarga. Hal ini dia sampaikan saat apel peringatan Harganas 2026 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (29/6).

Dalam kegiatan yang diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader keluarga berencana, TP PKK, perangkat wilayah, hingga perwakilan keluarga dari berbagai kecamatan, perhatian utama diarahkan pada penguatan peran keluarga sebagai dasar terbentuknya masyarakat yang sehat dan berkualitas.

Maesyal menilai kesejahteraan keluarga tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga hubungan yang harmonis antaranggota keluarga. Menurutnya, keluarga yang mampu menciptakan suasana saling mendukung akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, tema Harganas tahun ini, “Ayah Wajib Hadir”, mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam kehidupan keluarga. Kehadiran ayah dinilai bukan sekadar sebagai pencari nafkah, tetapi juga sosok yang memberikan perhatian, perlindungan, sekaligus pendampingan terhadap tumbuh kembang anak.

Dia menekankan bahwa peringatan Harganas menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi dan modal utama pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Tangerang. (zis-sep-bud-mam)

 

Sumber: