BJB

SDN Karawaci 1 Bersama UPJ Bintaro Tingkatkan Kompetensi Guru, Gelar Pelatihan Coding Python Turtle

SDN Karawaci 1 Bersama UPJ Bintaro Tingkatkan Kompetensi Guru, Gelar Pelatihan Coding Python Turtle

PELATIHAN: Para guru SDN Karawaci 1 saat mengikuti Pelatihan dalam rangka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bersama Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro.(Dhuyuf/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, KARAWACI — Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital, SDN Karawaci 1 menyeleng­garakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bersama Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro. Pelatihan yang mengambil tema Pemanfaatan Teknologi Digital ini, untuk Pengembangan Materi Pem­belajaran Kreatif (Coding Py­thon Turtle). 

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan sekaligus keterampilan kepada para pen­didik dalam memanfaatkan bahasa pemrograman Python, khususnya fitur Turtle, sebagai media pembelajaran yang krea­tif, interaktif, dan menye­nang­kan.

Kepala Sekolah SDN Karawaci 1, Imam Nur Rahman menyam­paikan, perkembangan tek­nologi telah membawa per­ubahan besar dalam dunia pen­didikan. Menurutnya, guru perlu terus memperbarui kom­petensi agar mampu mengikuti kebutuhan pembelajaran abad ke-21 sekaligus memberikan pengalaman belajar yang re­levan bagi peserta didik.

”Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dari Universitas Pembangunan Jaya. Pelatihan ini memberikan pengalaman baru bagi para guru untuk me­ngenal teknologi digital yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Ini menjadi be­kal yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya, Minggu (28/6).

Ia menuturkan penguasaan teknologi bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, me­lainkan telah menjadi kebu­tuhan dalam dunia pendidikan. Karena itu, sekolah berkomit­men untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan ber­bagai pihak demi meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.

”Guru harus terus belajar. Ketika guru berkembang, kua­litas pembelajaran juga akan berkembang. Kami ingin para guru memiliki keberanian untuk mencoba metode-metode baru agar proses belajar menjadi lebih menarik, kreatif, dan ber­makna bagi siswa,” katanya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para peserta tidak hanya mene­rima materi secara teoritis, te­tapi juga memperoleh kesem­patan untuk langsung mem­praktikkan pembuatan berbagai bentuk visual menggunakan Python Turtle. Ia menilai me­lalui pendekatan praktik ter­sebut mampu memudahkan peserta memahami konsep dasar pemrograman sekaligus melihat potensi penerapannya sebagai media pembelajaran.

”Yang paling kami syukuri adalah kegiatan ini tidak ber­henti pada penjelasan teori. Para guru bisa langsung men­coba, berdiskusi, dan merasa­kan sendiri bagaimana tekno­logi dapat dimanfaatkan untuk membuat pembelajaran lebih interaktif,” ungkapnya.

Ia juga berharap kerja sama antara SDN Karawaci 1 dan Universitas Pembangunan Jaya dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengem­bangan kapasitas guru. Menu­rutnya, sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berkelanjutan.

”Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak hanya berlang­sung sekali. Semoga akan ada kesempatan lain dengan materi yang berbeda sehingga wawas­an para guru semakin luas dan kemampuan mereka terus me­ningkat sesuai perkem­bang­an zaman,” tuturnya.

Lebih lanjut, Imam menam­bahkan hasil dari pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan oleh guru, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran yang diterima peserta didik. Ia meyakini guru yang memiliki keterampilan digital akan lebih mudah menciptakan suasana belajar yang aktif dan menye­nangkan.

”Terima kasih kepada seluruh tim Universitas Pembangunan Jaya atas dedikasi dan ilmu yang telah dibagikan kepada keluarga besar SDN Karawaci 1. Semoga ilmu yang diberikan menjadi amal kebaikan dan memberikan manfaat yang luas bagi dunia pendidikan,” ucap­nya.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, SDN Karawaci 1 menegaskan komit­mennya untuk terus mendorong transformasi pendidikan me­lalui penguatan kompetensi guru.(duy)

Sumber: