Disnakeswan Edukasi Peternak Kambing dan Kerbau
Petugas Disnakeswan Lebak memberikan vitamin kepada kambing milik warga Cibadak, Selasa (16/12). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak memberikan pelayanan kesehatan kepada ternak milik warga, berupa pemberian vitamin hewan dan edukasi peternakan yang sehat dan profesional, Selasa (16/12).
”Kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak masyarakat melalui pelayanan kesehatan hewan intensif,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Feby Herdian, kepada wartawan di Rangkasbitung.
Menurutnya, program ini menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah daerah untuk memperkuat sektor peternakan lokal. Melalui pendekatan langsung ke masyarakat, Disnakeswan ingin memastikan bahwa setiap peternak mendapatkan layanan kesehatan ternak yang cepat, tepat, dan profesional.
“Kesehatan ternak adalah fondasi utama sektor peternakan kita. Kalau ternaknya sehat, maka ekonomi peternak ikut kuat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Ternak yang sehat menjadi sumber protein hewani yang stabil bagi masyarakat, sekaligus pilar penting dalam mewujudkan kemandirian pangan lokal.
”Pelayanan kesehatan hewan ini menargetkan dua jenis ternak utama di Cibadak, yaitu kerbau dan domba. Kedua jenis ternak tersebut merupakan komoditas penting bagi masyarakat desa yang menggantungkan ekonomi keluarga pada sektor peternakan,” paparnya.
Hanik Malichatin, Kepala Bidang Keswan kesmavet Disnakeswan Lebak menambahkan, fokus kegiatan mencakup tiga layanan utama. Pertama adalah monitoring kesehatan ternak secara menyeluruh, bertujuan mendeteksi dini berbagai potensi penyakit yang dapat mengancam keberlangsungan produksi ternak.
Kedua, petugas memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta vitalitas ternak. Suplementasi ini penting untuk menjaga kondisi ternak tetap prima, terutama memasuki musim penghujan yang rentan memicu penyakit.
”Ketiga, peternak mendapatkan edukasi komprehensif mengenai praktik pemeliharaan ternak yang baik dan benar,” ucapnya.
Materi edukasi meliputi sanitasi kandang, manajemen pakan, hingga pemahaman awal gejala penyakit agar peternak dapat mengambil langkah cepat.
Kegiatan ini dirancang untuk memastikan ternak masyarakat berada dalam kondisi sehat dan mampu mencapai produktivitas optimal, baik dalam hal pertumbuhan maupun hasil produk yang dihasilkan.
”Ternak yang sehat diyakini mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas panen ternak,” katanya.(fad)
Sumber:

