TANGERANG - Kecamatan Neglasari terus menyisir warga mampu dengan cara pelabelan atau graduasi. Hal itu dilakukan agar warga mampu tidak lagi menerima bantuan program PKH maupun BPNT dari pemerintah. Dengan pelabelan itu, pihak kecamatan bisa dengan mudah mencari mana saja warga yang mampu menerima bantuan pemerintah. Karena, selama dua tahun warga mampu telah menerima bantuan pemerintah yang seharunya untuk warga kurang mampu. Camat Neglasarai Ubaidillah Anshar mengatakan, graduasi dilakukan untuk memperbarui data warga kurang mampu agar bantuan tepat sasaran. "Memberikan label miskin bukan tiba-tiba, tetapi kita data dulu dan kita tanyakan kepada warga yang bersangkutan. Bukan tiba-tiba kita datang langsung diberi label,"ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres, Minggu (8/9). Ubed menambahkan, untuk warga yang benar-benar tidak mampu, pihaknya tidak akan memberikan label tersebut. Karena secara aturan merekalah yang berhak mendapatkan bantuan bukan orang mampu yang mengaku tidak mampu. "Beberapa waktu lalu, ada satu keluarga yang mau diberikan label karena mengaku bukan warga Kota Tangerang. Saya sebelumnya menanyakan dulu kepada keluarga tersebut, saya labelin miskin karena kemauan sendiri dan ia mengaku membutuhkan bantuan tersebut walaupun kehidupannya mapan,"paparnya. Ia menjelaskan, untuk di Kecamatan Neglasari sendiri warga kurang mampu berjumlah 10.282 keluarga dan tersebar di 7 kelurahan. Sedangkan untuk warga mampu yang telah mengundurkan diri masih dalam pendataan. Karena setelah ada graduasi keluarga mampu langsung mengundurkan diri untuk menerima bantuan. "Intinya pemberian label miskin bukan untuk menakuti masyarakat melainkan untuk mengetahui berapa jumlah warga mampu yang menerima bantuan dari pemerintah. Setelah adanya itu, barulah warga mampu ini mengundurkan diri ke kecamatan dan juga Dinsos agar datanya dihapus dan diberikan kepada warga yang membutuhkan,"ungkapnya. Ubed menuturkan, masayarakat tidak perlu takut. Selain itu jangan percaya omongan dari berbagai pihak kalau label itu akan diterapakan semua yang menerima bantuan. Karena kenyataannya, pelabelan dilakukan untuk mengetahui warga mampu yang menerima bantuan. "Saya meminta warga jangan percaya omongan orang, karena graduasi bukan langsung diberikan label miskin. Tetapi kami bertanya terlebih dahulu, apakah masih mau atau tidak. Kalau masih mau maka kami akan berikan, tetapi kalau tidak mau, mereka harus mengundurukan diri sebagai keluarga yang menerima bantuan,"pungkasnya. (*)
Pelabelan Incar Warga Mampu
Senin 09-09-2019,08:34 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 05-08-2026,18:47 WIB
Juara 1 O2SN Cabang Renang Tingkat Provinsi Banten, Siswa SDN Gebang Raya 1 Siap Menuju Nasional
Rabu 05-08-2026,10:33 WIB
Bangga! SMPN 25 Kota Tangerang Sabet Juara 2 Porseni Basket Bocil 2026
Rabu 05-08-2026,22:04 WIB
Dinsos Bersihkan TMP Sambut HUT Kota Serang dan HUT RI
Rabu 05-08-2026,11:17 WIB
Liga Jasa Keuangan bank bjb 2026, Dukung Kolaborasi Industri Jasa Keuangan
Rabu 05-08-2026,21:55 WIB
James Riady Tekankan Integritas ke Pengembang Perumahan, REI Banten Gelar Sekolah Developer
Terkini
Rabu 05-08-2026,22:07 WIB
55 Paskibraka Berlatih Bareng Anggota TNI-Polri, Siap Kibarkan Merah Putih di Alun-alun Kramatwatu
Rabu 05-08-2026,22:04 WIB
Dinsos Bersihkan TMP Sambut HUT Kota Serang dan HUT RI
Rabu 05-08-2026,22:00 WIB
Karang Taruna Kedung Dalem Bagikan 81 Bendera
Rabu 05-08-2026,21:59 WIB
136 KK di Domas Bakal Direlokasi, Disiapkan Rumah Gratis, Tanah Nyicil
Rabu 05-08-2026,21:58 WIB