BJB

IPSM Pertanyakan Bupati Enggan Tandatangan SK

IPSM Pertanyakan Bupati Enggan Tandatangan SK

Ketua IPSM Lebak Asep Komar Hidayat secara simbolis memberikan kartu anggota di BIM Rangkasbitung, Rabu (8/7). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Surat Keputusan (SK) kepengurusan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabu­paten Lebak hingga kini belum ditandatangani Bupati Lebak Moch. Hasbi Jayabaya. Padahal, hasil Musyawarah Daerah (Musda) telah diajukan sejak November 2025 dan seluruh proses admi­nistrasi disebut telah rampung di Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lebak. 

Hal tersebut disampaikan Ketua IPSM Lebak Asep Komar Hidayat saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 IPSM Kabupaten Lebak di Balai Irigasi dan Meka­nisasi (BIM) Rangkasbitung, Rabu (8/7).

Menurut Asep Komar, hingga saat ini SK kepengurusan IPSM masih berada di meja bupati dan belum memperoleh pengesahan.

“Sampai hari ini SK kepengurusan IPSM itu Pak Bupati belum ber­kenan menandatangani. Padahal Musda sudah berlangsung sejak November 2025. Dari Bagian Hu­kum sudah selesai, tinggal di meja bupati,” ujar Asep.

Ia berharap, Pemkab Lebak se­gera menerbitkan SK tersebut agar kepengurusan memiliki dasar hukum yang kuat dalam menja­lankan program-program sosial di masyarakat. 

Selain itu, Asep juga mengung­kapkan selama ini IPSM Kabupaten Lebak belum pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah. Meski demikian, para pekerja sosial tetap menjalankan peng­abdian secara sukarela.

“IPSM tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. Tidak masalah, yang penting kita bekerja untuk masyarakat,” ung­kapnya.

Menurut Asep, keberhasilan IPSM tidak diukur dari keuntungan materi, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat. 

Para pekerja sosial masyarakat (PSM), kata dia, aktif membantu warga mengakses bantuan sosial, mengurus administrasi kepen­dudukan, mendampingi korban bencana, menangani anak terlan­tar, membantu penyandang disa­bilitas, hingga orang dengan gangguan kejiwaan.

“IPSM itu pekerja sosial masya­rakat yang tidak digaji. Yang kami berikan adalah tenaga, waktu, pikiran, bahkan terkadang materi untuk membantu masyarakat, dan pada kesempatan ini, IPSM  Lebak membagikan kartu anggota kepada sekitar 1.550 pekerja sosial masyarakat yang tersebar di se­luruh desa sebagai bentuk pe­nguat­an organisasi," tuturnya.

Ketua IPSM Provinsi Banten, Nina Kartikawati mengapresiasi penyelenggaraan HUT ke-51 IPSM Kabupaten Lebak. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi tero­bosan yang belum pernah dilaku­kan daerah lain di Provinsi Banten.

“Di tingkat provinsi, Kabupaten Lebak menjadi daerah yang membuat gebrakan. Daerah lain be­lum pernah mengadakan ke­giatan seperti ini. Dengan kepe­ngurusan yang baru, IPSM Lebak menghadirkan banyak inovasi,” kata Nina.

Ia mengatakan, selama lebih dari setengah abad IPSM menjadi bagian penting dalam pemba­ngunan kesejahteraan sosial me­lalui semangat gotong royong dan pengabdian tanpa pamrih.

"Tema HUT ke-51 IPSM, 'Tiada Hari Tanpa Pengabdian, Sinergi Tanpa Batas, Dedikasi Tanpa Akhir untuk Kesejahteraan Sosial', menjadi pengingat bahwa mem­bangun kesejahteraan sosial me­rupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan IPSM," ucapnya.(fad)

Sumber: