BJB

Rp75 Miliar Untuk Perbaiki Jalan Rusak

Rp75 Miliar Untuk Perbaiki Jalan Rusak

Plt Kepala DPUPR Kabupaten Lebak Dade Yan Apriyandi saat melihat hasil pengecoran, belum lama ini. (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) Lebak meng­gelontorkan anggaran sebesar Rp75 miliar untuk perbaikan 53 ruas jalan yang rusak.

Hamdan Soleh, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak mengatakan, dana puluhan miliar tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak Tahun Anggaran (TA) 2026. Dana tersebut untuk penanganan 11 titik jalan kabupaten dan 42 titik jalan poros desa yang ditargetkan rampung tahun ini. 

“Untuk 11 ruas jalan kabu­paten dengan panjang pena­nganan 13,3 kilometer, dialo­kasikan anggaran Rp47,4 miliar. Sementara Rp27,8 miliar untuk 42 ruas jalan poros desa dengan panjang pekerjaan 21,05 kilometer,” katanya kepada wartawan di Rangkasbitung, Rabu (1/7).

Hamdan mengatakan, dari 53 paket proyek infrastruktur jalan tersebut, belum semua­nya dikerjakan. Tiga dari de­lapan paket kegiatan rekons­truksi jalan kabupaten masih dalam tahapan proses lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Ada tiga paket yang belum lelang yakni ruas Pasir Melati-Cigoong, ruas Jampang-Mun­cang dan ruas Nameng-Kolelet. Begitu juga poros desa, masih ada 12 lagi yang belum,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pemba­ngunan jalan tidak lain untuk mempercepat mobilitas ma­syarakat. Di samping itu juga, penanganan infrastruktur tersebut merupakan upaya Pemkab Lebak mendorong ketahanan pangan, percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, akses pendidikan dan kesehatan.

“Kita targetkan pekerjaan 53 titik jalan tersebut selesai tepat waktu, yakni sekitar Agustus 2026," tuturnya.

Dade Yan Apriyandi, Plt Kepala DPUPR Kabupaten Lebak menambahkan, khusus untuk 42 titik ruas jalan desa, yang sudah berkontrak sekitar 30 titik, sisanya 12 titik sedang dalam proses.

"Progres pekerjaannya ber­variatif ada yang sudah 100 persen, ada juga yang 50-70 persen, tergantung SDM yang dimiliki pihak kontraktor, yang jelas target tahun ini semua selesai," ucapnya.(fad)

Sumber: