Komitmen Bersama Kejar Target Imunisasi
Pemkot Serang dan FKUI melakukan penandatanganan komitmen cakupan imunisasi dasar di Kota Serang. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) memperkuat upaya peningkatan cakupan imunisasi dasar anak melalui penandatanganan komitmen bersama pada hari kedua Participatory Workshop: Komitmen Daerah dan Sinergi Multisektoral dalam Upaya Peningkatan Cakupan Imunisasi Dasar Anak, Selasa (7/7).
Komitmen tersebut menjadi tindak lanjut hasil penelitian FKUI yang menunjukkan cakupan imunisasi dasar di Kota Serang masih sekitar 60 persen atau belum mencapai target nasional sebesar 80 persen.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian dan pembahasan selama dua hari akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Serang sebagai bahan penyusunan kebijakan untuk meningkatkan cakupan imunisasi.
"Ini salah satu upaya untuk mendorong Kota Serang mencapai target imunisasi yang telah ditentukan. Insyaallah hasil rekomendasi ini akan kami tindak lanjuti dan kami laporkan kepada Pak Wali Kota agar bisa dilaksanakan di Kota Serang," katanya.
Menurut Yudi, rekomendasi yang disusun FKUI dapat diterapkan di Kota Serang sepanjang didukung komitmen seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, pemerintah daerah akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kader kesehatan dalam memperkuat edukasi kepada masyarakat.
Salah satu rekomendasi yang akan didorong ialah Gerakan Ayah Mengantar Anak Imunisasi. Program tersebut dinilai penting karena keputusan membawa anak untuk imunisasi tidak jarang masih bergantung pada persetujuan ayah.
"Selama ini sering kali ibu sudah siap membawa anak ke posyandu, tetapi masih menunggu persetujuan ayah. Karena itu keterlibatan ayah sangat penting," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ahmad Hasanudin mengatakan, salah satu rekomendasi lain yang dinilai strategis adalah menjadikan status imunisasi lengkap sebagai salah satu persyaratan masuk sekolah. Menurutnya, langkah tersebut dapat mendorong orang tua untuk melengkapi imunisasi anak sejak dini.
"Kalau persyaratan masuk sekolah adalah imunisasi lengkap, tentu orang tua akan lebih terdorong untuk melengkapi imunisasi anaknya. Manfaatnya bukan untuk pemerintah, tetapi untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi," katanya.
Ia menambahkan, layanan imunisasi di Kota Serang telah tersedia di seluruh puskesmas dan posyandu. Namun, tantangan terbesar masih berasal dari rendahnya kepercayaan sebagian masyarakat akibat hoaks, disinformasi, serta kekhawatiran terhadap efek samping imunisasi.
Sementara itu, Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Ahmad Fuady, menjelaskan penandatanganan komitmen bersama dilakukan sebagai pengingat bahwa seluruh pihak telah menyepakati tanggung jawab bersama untuk meningkatkan cakupan imunisasi di Kota Serang.
"Tujuannya agar ada bukti tertulis bahwa kita semua sudah berkomitmen. Jadi kalau nanti ada yang lupa, komitmen ini bisa kita tunjukkan sebagai pengingat bahwa kita sudah sepakat meningkatkan cakupan imunisasi bersama-sama," ujarnya.
Fuady berharap komitmen tersebut dapat diwujudkan melalui langkah nyata sehingga cakupan imunisasi dasar anak di Kota Serang meningkat dari sekitar 60 persen menjadi minimal 80 persen sesuai target nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci agar lebih banyak anak memperoleh imunisasi dasar lengkap dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. (ald)
Sumber:

