BJB FEBRUARI 2026

Lima SPPG Kembali Di-suspend BGN

Lima SPPG Kembali Di-suspend BGN

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/5). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wakil Bupati Se­rang Muhammad Najib Hamas menyebutkan ada lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Ber­gizi Gratis (MBG) di Kabupaten Serang yang kembali dihentikan sementara (suspend) Badan Gizi Nasional (BGN).

Hal itu dikarenakan kelima SPPG tersebut ketahuan me­lang­gar aturan yang berlaku. Salah satunya di Instalasi Pe­ngolahan Air Limbah (IPAL)-nya diketahui tidak seusai dengan standar yang telah ditentukan.

Najib mengatakan, dua Ming­gu lalu enam SPPG yang di-suspend BGN sudah kembali beroperasi setelah memperbaiki kesalahan yang dilakukan, na­mun sudah ada lagi yang dikenakan suspend jumlahnya lima dapur MBG.

"Di-suspend lagi karena masa­lah IPAL-nya tidak sesuai stan­dar yang berlaku dari BGN, dua SPPG di Kecamatan Petir, satu di Jawilan, satu di Pabuaran, dan satu di Pamarayan, semoga tidak bertambah lagi ya," kata­nya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/5).

Najib mengatakan, ada bebe­rapa SPPG yang tidak mema­hami aturan yang berlaku dari BGN, seperti penyediaan IPAL, karena tidak semua mitra atau yayasan penyedia SPPG peduli terhadap lingkungan se­kitarnya.

Seperti SPPG yang di-suspend BGN ini merupakan sebuah mitra atau yayasan yang pemi­liknya jauh berada di luar Ka­bupaten Serang.

"Tidak semua SPPG milik pribadi, ada juga yang mitra atau yayasan, sebagian yang bermasalah itu yayasan-yayasan yang jauh ada di Jakarta, Aceh, dan lainnya, hanya ada penye­lenggara dapur saja. Jadi mereka tidak peduli terhadap lingku­ngan sekitarnya," ujarnya.

Najib yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Pen­g­awas­an SPPG Kabupaten Serang, meminta SPPG yang di-suspend BGN segera mem­perbaiki per­masalahannya, supaya pelayan­an MBG ke penerima manfaat bisa terus berjalan tanpa ber­henti.

Sejauh ini di Kabupaten Serang sudah ada 103 SPPG yang ber­operasi, ditambah 25 lagi masih dalam proses pemba­ngunannya dan mereka telah diminta untuk melengkapi aturan yang berlaku agar tidak di-suspend BGN di kemudian hari.

"Ada beberapa dapur yang sedang melakukan pemba­ngunan sembari menyelesaikan syarat yang harus dipenuhi, kami sudah minta untuk segera diselesaikan secepatnya. Apalagi adanya dapur MBG ini, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," ucapnya. (agm)

Sumber: