BJB FEBRUARI 2026

SPPG di Kabupaten Ditarget Punya Sertifikat

SPPG di Kabupaten Ditarget Punya Sertifikat

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas berbincang-bincang dengan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Dadang Hendrayudha usai Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program MBG dengan BGN di Aston Hotel Serang, Rabu (22/4).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menargetkan tahun ini seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ma­kan Bergizi Gratis (MBG) se-Kabupaten Serang sudah mempunyai sertifikat dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Karena bagian dari salah satu syarat yang harus dipe­nuhi SPPG atau dapur MBG, seperti memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS), supaya tidak ditutup pihak BGN karena dapurnya tidak sesuai persyaratan.

Hal itu disampaikan Najib usai menghadiri acara Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pro­gram MBG dengan BGN di Aston Hotel Serang, Rabu (22/4). 

Najib mengatakan, ada tiga poin penting yang disampai­kan BGN yaitu memastikan pelayanan MBG, harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), lalu peneri­ma manfaat yang belum rata mendapatkan MBG dipasti­kan pemerintah daerah mela­kukan validasi penerima man­faat sesuai dengan arahan BGN. 

Kemudian terakhir memas­tikan semua SPPG agar segera menyelesaikan proses ser­tifikasi, salah satunya serti­fikat SLHS, karena merupakan salah satu indikator kese­riusan para mitra dapur untuk melayani masyarakat pe­nerima manfaat.

”Penerima manfaat untuk MBG yaitu, siswa didik yang formal, informal, non formal kemudian 3B yaitu balita, ibu menyusui, ibu hamil. Mudah-mudahan ini jadi bagian penguatan layanan, kemarin juga sudah dikum­pulkan mitra yayasan se-Banten,” katanya.

Najib mengaku, akan me­nar­getkan seluruh SPPG di Kabupaten Serang tahun ini sudah mempunyai sertifikat SLHS, karena menunjukkan bahwa dapur tersebut bersih tanpa ada masalah apapun.

Di Kabupaten Serang, sudah ada enam SPPG yang op­e­rasionalnya dihentikan BGN yang didominasi karena belum memiliki sertifikat SLHS, dan dirinya sudah me­minta pemiliknya agar segera melakukan perbaikan supaya kembali normal mela­kukan pelayanan.

”Sebagian SPPG sudah pu­nya SLHS, namun ada banyak juga yang belum, tahun ini kita upayakan untuk semua­nya punya SLHS, karena kalau tidak punya berpotensi untuk ditutup secara permanen. Ada enam SPPG yang ditutup se­mentara untuk diminta per­baik­an, saya sudah kesana minta segera diselesaikan,” ujarnya.

Dikatakan Najib, untuk SPPG di Kabupaten Serang jumlahnya kurang lebih ada 200, masih akan terus ber­tambah. Dalam waktu dekat ada 30 sampai 40 SPPG, yang saat ini sedang persiapan untuk disurvei kelayakan dari dapurnya. (agm)

Sumber: