SPPG di Kabupaten Ditarget Punya Sertifikat
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas berbincang-bincang dengan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Dadang Hendrayudha usai Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program MBG dengan BGN di Aston Hotel Serang, Rabu (22/4).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menargetkan tahun ini seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Kabupaten Serang sudah mempunyai sertifikat dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Karena bagian dari salah satu syarat yang harus dipenuhi SPPG atau dapur MBG, seperti memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS), supaya tidak ditutup pihak BGN karena dapurnya tidak sesuai persyaratan.
Hal itu disampaikan Najib usai menghadiri acara Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program MBG dengan BGN di Aston Hotel Serang, Rabu (22/4).
Najib mengatakan, ada tiga poin penting yang disampaikan BGN yaitu memastikan pelayanan MBG, harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), lalu penerima manfaat yang belum rata mendapatkan MBG dipastikan pemerintah daerah melakukan validasi penerima manfaat sesuai dengan arahan BGN.
Kemudian terakhir memastikan semua SPPG agar segera menyelesaikan proses sertifikasi, salah satunya sertifikat SLHS, karena merupakan salah satu indikator keseriusan para mitra dapur untuk melayani masyarakat penerima manfaat.
”Penerima manfaat untuk MBG yaitu, siswa didik yang formal, informal, non formal kemudian 3B yaitu balita, ibu menyusui, ibu hamil. Mudah-mudahan ini jadi bagian penguatan layanan, kemarin juga sudah dikumpulkan mitra yayasan se-Banten,” katanya.
Najib mengaku, akan menargetkan seluruh SPPG di Kabupaten Serang tahun ini sudah mempunyai sertifikat SLHS, karena menunjukkan bahwa dapur tersebut bersih tanpa ada masalah apapun.
Di Kabupaten Serang, sudah ada enam SPPG yang operasionalnya dihentikan BGN yang didominasi karena belum memiliki sertifikat SLHS, dan dirinya sudah meminta pemiliknya agar segera melakukan perbaikan supaya kembali normal melakukan pelayanan.
”Sebagian SPPG sudah punya SLHS, namun ada banyak juga yang belum, tahun ini kita upayakan untuk semuanya punya SLHS, karena kalau tidak punya berpotensi untuk ditutup secara permanen. Ada enam SPPG yang ditutup sementara untuk diminta perbaikan, saya sudah kesana minta segera diselesaikan,” ujarnya.
Dikatakan Najib, untuk SPPG di Kabupaten Serang jumlahnya kurang lebih ada 200, masih akan terus bertambah. Dalam waktu dekat ada 30 sampai 40 SPPG, yang saat ini sedang persiapan untuk disurvei kelayakan dari dapurnya. (agm)
Sumber:
