BJB FEBRUARI 2026

Dua SPPG Disetop, Ribuan Penerima Terdampak

Dua SPPG Disetop, Ribuan Penerima Terdampak

Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang Yudi Suryadi saat diwawancarai wartawan di Puspemkot Serang, Kamis (23/4). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dua Sa­tuan Pelayanan Peme­nuhan Gizi (SPPG) di Kota Serang diber­hentikan sementara (suspend) akibat be­lum terpenuhinya se­jumlah persyaratan, terutama pada aspek infrastruktur. 

Dampaknya, ribuan pe­ne­rima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat terdampak layanan.

Dua SPPG yang disetop se­men­tara tersebut yakni SPPG Kota Serang Curug Curug dan SPPG Kota Serang Serang Cipare 3.

Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan keputusan itu merupakan hasil rapat koor­dinasi dengan Deputi Badan Gizi Nasional (BGN).

“Berdasarkan hasil rapat dengan Deputi BGN, infor­masinya ada dua SPPG di Kota Serang yang disuspend. Na­mun saat itu belum dijelaskan secara rinci unit mana saja, dan kini sudah terkonfirmasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya sempat mencatat sekitar lima SPPG yang men­jadi perhatian. Namun, berda­sarkan evaluasi terbaru, jum­lah yang disetop sementara kini tersisa dua.

Pihak Satgas MBG Kota Se­rang juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pen­dam­pingan kepada penge­lola SPPG, terutama dalam peme­nuhan standar yang ditetapkan.

“Kami berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar SPPG dapat kembali ber­ope­rasi, karena dampaknya lang­sung dirasakan masya­rakat,” kata Yudi.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Serang, Nuni Pratiwi, mem­benarkan bahwa dua SPPG yang disuspend yakni SPPG Kota Serang Curug Curug dan SPPG Kota Serang Serang Cipare 3.

Menurutnya, penghentian sementara tersebut dilakukan karena masih adanya keku­rangan pada aspek infra­struktur yang harus dipenuhi oleh pengelola. Beberapa di antaranya meliputi Sertifikat SLHS, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga fasilitas mess atau tempat istirahat.

“Semua karena infrastruktur," jelasnya.

Menurutnya, status suspend bersifat sementara dengan tenggat waktu maksimal satu bulan untuk melakukan per­baikan. Namun, pihaknya mendorong agar pembenahan dapat dilakukan lebih cepat agar layanan kembali normal.

Selama masa perbaikan, BGN melakukan pengawasan ketat dengan memonitor perkembangan setiap hari melalui kepala SPPG yang melaporkan kepada koor­dinator kecamatan.

Adapun jumlah penerima manfaat yang terdampak mencapai 4.917 orang. Meski demikian, BGN memastikan layanan MBG tetap berjalan melalui pengalihan ke SPPG terdekat.

Sumber: