Alun-alun Kota Serang Mulai Dibangun April
Ikon Alun-alun Kota Serang yang rencananya dibangun ulang pada April di 2026. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan pembangunan kawasan Alun-alun Kota Serang mulai dilaksanakan pada April 2026. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap lelang di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan proses lelang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah itu, proyek akan segera masuk tahap pelaksanaan.
“Insya Allah proses lelang sedang berjalan. Mudah-mudahan April ini sudah masuk tahap pelaksanaan, atau paling lambat Mei,” ujarnya, Minggu (5/4).
Ia menjelaskan, pembangunan ini menelan anggaran sekitar Rp50 miliar dan mencakup revitalisasi Alun-alun Barat dan Alun-alun Timur yang akan disatukan menjadi satu kawasan terpadu tanpa pemisahan.
Konsep penataan mengedepankan perluasan fungsi ruang publik agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat. Selain sebagai ruang terbuka, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi ikon baru ibu kota Provinsi Banten.
Desain kawasan akan mengusung konsep ruang terbuka modern dengan sentuhan kearifan lokal, termasuk gerbang yang terinspirasi dari Kaibon. Penataan ini diharapkan mampu meningkatkan sektor pariwisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi kreatif masyarakat.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memastikan pembangunan segera dimulai setelah proses lelang dan kontrak selesai.
“Saat ini sudah dalam proses lelang dan menuju tahap kontrak. Insya Allah bulan ini mulai pembangunan,” katanya.
Ia berharap pembangunan kawasan alun-alun dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dan harapan besar saya ini bisa meningkatkan wisatawan masuk ke Kota Serang dan bisa berbelanja agar ekonomi kita makin tumbuh sesuai dengan survei atau data dari BPS yang kemarin,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar selama proses pembangunan berlangsung karena dilakukan secara bertahap.
“Kami mohon masyarakat bersabar, karena pembangunan ini dilakukan bertahap, baik melalui anggaran perubahan maupun anggaran murni,” ujarnya. (ald)
Sumber:

