Perputaran Ekonomi Pasar Jedogan Tembus Rp3 Miliar
Tradisi kegiatan pasar jedogan Kota Serang dilihat dari atas belum lama ini. (DINKOPUKMPERINDAG FOR TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pelaksanaan Pasar Jedogan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mencatat perputaran ekonomi yang signifikan. Selama empat hari kegiatan berlangsung, nilai transaksi diperkirakan mencapai hampir Rp3 miliar.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus besarnya aktivitas ekonomi yang terjadi selama kegiatan.
“Berdasarkan catatan kami dari para pedagang, perputaran ekonomi selama empat hari tersebut mencapai kurang lebih hampir Rp3 miliar. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ujar Wahyu, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, Pasar Jedogan tahun ini melibatkan ratusan pedagang, baik dari sektor kuliner maupun fesyen. Jumlah pedagang yang terlibat mencapai lebih dari 180 stan, ditambah sekitar 50 pedagang emperan yang turut meramaikan kawasan Pasar Lama.
Menurut Wahyu, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga partisipasi masyarakat.
“Kepada seluruh masyarakat dan instansi terkait yang telah menyukseskan pelaksanaan Pasar Jedogan. Termasuk tim DinkopUKMperindag yang telah bekerja keras tanpa mengenal waktu libur untuk melayani masyarakat, khususnya para pelaku UMKM,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Serang, Budi Rustandi, atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Wahyu berharap, keberhasilan pelaksanaan Pasar Jedogan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Serang.
“Kami mohon doa agar ke depan Kota Serang semakin sukses dan berkembang,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah dalam Pasar Jedogan merupakan langkah penataan agar kegiatan tersebut lebih tertib dan terarah. Menurutnya, untuk pertama kalinya pemerintah mengambil peran langsung dalam mengelola pasar yang sebelumnya cenderung berjalan tanpa pengawasan.
Ia menyebut, penataan ini dilakukan agar Pasar Jedogan tidak sekadar menjadi ajang jual beli musiman, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku UMKM lokal.
“Sekarang kita tata dan kelola dengan baik, sehingga tidak lagi berjalan tanpa kendali. Harapannya, Pasar Jedogan bisa benar-benar memberi dampak positif bagi para pelaku UMKM di Kota Serang,” ujarnya. (ald)
Sumber:

