BJB FEBRUARI 2026

Polemik Halal Bihalal Berakhir Damai, Hasbi Sambangi Kediaman Amir

Polemik Halal Bihalal Berakhir Damai, Hasbi Sambangi Kediaman Amir

Bupati Hasbi menjabat tangan Wakil Bupati Amir di kediamannya di Rangkasbitung, Rabu (1/4). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Kisruh dan pole­mik yang mencuat dalam acara halal bihalal pegawai Pemerintah Kabupaten Lebak akhirnya berujung damai. Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya menyambangi ke­diam­a­n Wakil Bupati (Wabup) Amir Hamzah, Rabu (1/4) sore. Hal ini sebagai langkah rekon­siliasi sekaligus komit­men memperbaiki gaya komunikasi yang sebelumnya menuai sorotan publik.

Langkah Hasbi tersebut menjadi sinyal meredanya ketegangan di internal Peme­rintah Kabupaten Lebak, setelah pernyataannya dalam sambutan halalbihalal di Pendopo menuai kritik dari berbagai kalangan.

Dalam keterangannya, Hasbi menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tanggung jawabnya secara pribadi. Ia menyampaikan langsung kepa­da Wakil Bupati Amir bahwa dirinya siap melakukan evaluasi, khususnya dalam hal komunikasi.

“Saya sampaikan kepada Pak Wakil, bahwa apa yang terjadi kemarin adalah tanggung jawab saya. Ke depan tentu harus kita perbaiki, baik komunikasi maupun sikap,” kata Hasbi.

Ia juga mengakui dirinya bukan sosok yang sempurna, sehingga kritik yang muncul dijadikannya sebagai bahan introspeksi untuk mem­per­baiki diri.

“Saya sebagai manusia tentu tidak sempurna. Ini menjadi bahan perbaikan ke depan, terutama dalam pola komu­nikasi,” ujarnya. 

Hasbi turut mengapresiasi sikap legawa Amir Hamzah yang dinilai mampu meredam situasi dan tetap mengedepan­kan kepentingan masyarakat di atas dinamika internal.

“Kami sepakat untuk kembali fokus pada kepentingan masyarakat. Kalau pimpinan tidak rukun, tentu akan berdampak tidak baik bagi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyam­but baik langkah rekonsiliasi tersebut. Ia menekankan pen­tingnya perbaikan ko­munikasi dan peningkatan kinerja pemerintahan sebagai tuntutan masyarakat.

“Masyarakat menuntut komunikasi yang baik dan kinerja yang maksimal. Kami sepakat untuk memperbaiki itu ke depan agar lebih har­monis,” papar Amir.

Menurutnya, persoalan yang terjadi sebelumnya lebih dise­babkan oleh pola komunikasi yang perlu dibenahi, tidak hanya antara dirinya dengan bupati, tetapi juga secara menyeluruh di lingkungan pemerintahan.

“Ke depan pola komunikasi akan diperbaiki, bukan hanya dengan saya, tapi dengan semua pihak,” ungkapnya. (fad)

Sumber: