Wabup Terima Kunjungan Investor Korea
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menerima kunjungan investor dari Korea di ruang kerjanya, Kamis (19/2). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menerima kunjungan investor Shankora asal Korea di Ruang Kerja Wakil Bupati Lebak, Kamis (19/2). Kunjungan tersebut dalam rangka membahas rencana pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang akan dilatih secara khusus untuk kemudian diberangkatkan bekerja ke luar negeri.
Amir menyampaikan dukungan penuh terhadap program pelatihan tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda.
Kata Amir, program ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak anak-anak muda Kabupaten Lebak yang memiliki keterampilan, kompetensi, serta keberanian untuk bersaing di tingkat global.
"Harapannya semakin banyak anak-anak muda di Kabupaten Lebak yang bisa bekerja di luar negeri. Ini menjadi langkah baik untuk mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Lebak," katanya.
Pemkab Lebak berkomitmen terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna menciptakan SDM unggul, produktif, dan berdaya saing global.
"Saya harap kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Lebak, selain untuk menambah wawasan, juga diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga," ujarnya.
Sekretaris Disnaker Lebak, Ruly Chaeruliyanto menambahkan, audiensi tersebut membahas skema pelatihan terpadu yang dipersiapkan guna mencetak tenaga kerja profesional asal Kabupaten Lebak.
Pelatihan tersebut, kata Ruly, difokuskan pada keterampilan sebagai sopir kendaraan alat berat, khususnya pengemudi bus dan truk, yang memiliki peluang kerja cukup besar di pasar internasional.
Ruly menjelaskan, pelatihan akan dirancang secara bertahap. Sebelum memasuki pelatihan keterampilan (skill) selama tiga bulan, para peserta akan mengikuti pelatihan bahasa asing selama enam bulan sebagai bekal komunikasi di negara tujuan.
"Dengan demikian, total durasi pelatihan yang akan dijalani peserta sekitar sembilan bulan, guna memastikan para peserta benar-benar siap dari sisi kompetensi teknis maupun kemampuan komunikasi," ucapnya. (fad)
Sumber:
