BJB NOVEMBER 2025

Relawan PMI Kota Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Relawan PMI Kota Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Wakil Wali Kota Tangerang ikut mengevakuasi warga terdampak banjir menggunakan perahu karet, Jumat (23/1/2026).-Ahmad Syihabudin/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Hujan de­ngan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Ta­ngerang selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan genangan air di tujuh ke­camatan. Menyikapi kondisi tersebut, Palang Merah Indo­nesia (PMI) Kota Tangerang melakukan operasi tanggap darurat bencana hidrometeo­rologi, termasuk mengevakuasi war­ga terdampak.

Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, mengata­kan pihaknya telah mener­junkan tim evakuasi untuk membantu masyarakat, khu­susnya di wila­yah dengan ting­gi muka air (TMA) yang cukup signifikan.

“Melihat intensitas hujan yang lebat akhir-akhir ini dan berdampak banjir di tujuh k­camatan di Kota Tangerang, kami terus melakukan operasi tanggap darurat bencana hid­rometeorologi dengan mener­jun­kan tim evakuasi,” ujar Oman, Jumat 23 Januari 2026.

Banjir tercatat terjadi di se­jumlah wilayah. Di Kecamatan Benda, banjir melanda Kelu­rahan Rawa Bokor RT 02/04 dengan TMA sekitar 20 sen­timeter yang berdampak pada rumah warga dan akses jalan. Sementara di Jalan Atang San­jaya RT 001/006, ketinggian air mencapai 50–80 sentimeter dan merendam rumah warga.

Di Kecamatan Karang Te­ngah, banjir terjadi di Kelu­rahan Ka­­rang Mulya RT 003 dan 004 RW 007 dengan TMA 30–45 sentimeter dan ber­dampak pada 10 kepala keluar­ga. Gena­ngan juga terjadi di wilayah Ciledug Indah 2 de­ngan TMA 40–60 sentimeter yang me­ng­ganggu akses jalan.

Sementara itu, di Kecamatan Jatiuwung, genangan air se­tinggi 30 sentimeter terpantau di Ke­lurahan Gandasari RT 002/­003 dan berdampak pada akses jalan. Di Kecamatan Ci­pondoh, banjir merendam Pe­rumahan Candulan, Kelu­rahan Gondrong Petir RT 002/006. TMA awal tercatat sekitar 100 sentimeter dan meningkat hingga 135 sen­ti­meter, menyebabkan rumah warga dan akses jalan terdam­pak.

Banjir juga melanda Keca­matan Larangan, tepatnya di Komplek Taman Asri, Gaga Larangan, serta Komplek Patal dengan TMA sekitar 30–40 sen­timeter yang berdampak pada rumah dan akses jalan.

Di Kecamatan Periuk, gena­ngan air terjadi di Perumahan Duta Residence RT 03 dan 05 RW 08 dengan TMA sekitar 40 sentimeter dan berdampak pada akses jalan. Sebanyak 44 kepala keluarga atau 120 jiwa tercatat terdampak.

Selain itu, banjir juga melan­da Perumahan Alamanda RW 21, 22, dan 25 dengan TMA awal 30–50 sentimeter. Jumlah warga terdampak di RW 25 mencapai 890 jiwa (179 KK), RW 22 sebanyak 1.002 jiwa (278 KK), dan RW 21 sebanyak 240 jiwa (60 KK). Sementara di Kelurahan Periuk RW 15, TMA berkisar antara 70 hingga 200 sentimeter yang meren­dam rumah warga dan akses jalan.

Adapun di Kecamatan Cile­dug, banjir terjadi di Jalan Puri Kartika Baru RW 08 dan 09 dengan ketinggian air 30–60 sentimeter yang ber­dampak pada rumah warga dan akses jalan.

Dalam penanganan banjir tersebut, PMI Kota Tangerang mengerahkan Satuan Penang­gulangan Bencana (SATGANA) untuk melakukan evakuasi di wilayah terdampak paling pa­rah, yakni Kecamatan Periuk dan Kecamatan Ciledug.

“Kami berupaya hadir di te­ngah masyarakat Kota Ta­nge­rang yang sedang meng­alami musibah banjir dengan mem­bantu proses evakuasi, khu­susnya di Kecamatan Pe­riuk dan Kecamatan Ciledug,” tam­bah Oman.

Lokasi evakuasi difokuskan di RW 08 Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, serta Perumahan Puri Kartika, Ke­camatan Ciledug. Sebanyak 23 personel SATGANA diter­junkan, terdiri dari 11 personel di Ke­camatan Periuk dan 12 personel di Kecamatan Cile­dug.

Selain personel, PMI Kota Tangerang juga menyiagakan dua unit perahu karet untuk mendukung proses evakuasi warga di kedua lokasi tersebut.

Sumber: