2.112 Rumah Terendam Banjir, Banyak Warga Ogah Ngungsi
Petugas BPBD Kabupaten Serang, melakukan penanganan banjir di salah satu lokasi banjir yang terjadi di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Senin (12/1).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Hujan deras dengan intensitas tinggi di Kabupaten Serang yang terjadi Senin 12 Januari menyebabkan 2.112 rumah di tujuh kecamatan terendam banjir.
Tinggi Muka Air (TMA) banjir bervariatif, mulai dari 10 sampai 70 centimeter, membuat banyak warga di sebagian kecamatan yang terdampak tidak mau mengungsi ke tempat aman.
Karena, banjir yang menerjang wilayahnya sudah terbiasa, yang artinya setiap kali hujan dengan intensitas tinggi datang, banjir pasti terjadi yang membuat warga memilih tatap tinggal di rumahnya masing-masing sembari menunggu air surut dengan sendirinya.
Hal itu disampaikan Anggota Pusdalops pada BPBD Kabupaten Serang Jhonny E Wangga saat diwawancarai wartawan melalui telepon seluler, Senin (12/1).
Jhonny mengatakan, tujuh kecamatan yang terdampak banjir yaitu Padarincang, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Cinangka, Kragilan, dan Anyar.
Untuk di Kecamatan Padarincang, banjir terjadi di Desa Citasuk, lalu Cinangka ada di Desa Rancasanggal, Kibin ada di Desa Nagara dan Ketos, Ciruas terjadi di Desa Pelawad, Ranjeng, dan Citerep.
Kemudian, Kecamatan Kramatwatu banjir terjadi di Desa Margasana, Kecamatan Kragilan di Desa Kragilan, dan Kecamatan Anyar di Desa Tanjung Manis.
"Banjir merendam 2.112 rumah, 2.175 KK, dengan 7.686 jiwa. Banjir terjadi, karena intensitas hujan yang tinggi ditambah meluapnya Sungai Cikalumpang, dan Cidanau, serta drainase yang rusak, membuat air naik merambah ke rumah warga sekitar," katanya.
Jhonny mengatakan, hasil dari asesmen petugas di lapangan terdapat warga terdampak yang tidak ingin mengungsi, karena memang sudah terbiasa atas kondisi tersebut sebab setiap hujan deras yang mengguyur seharian pasti banjir.
Sehingga, warga terdampak memilih tatap tinggal sembari menunggu air surut, karena biasanya lima sampai tujuh jam air perlahan surut dengan sendirinya.
"Untuk saat ini, warga tidak ada satupun yang mau mengungsi atau tidak meminta evakuasi, mungkin karena banjir di wilayahnya langganan ya jadinya mereka menunggu surut aja. Tadi saya komunikasi dengan petugas di lapangan, katanya ada warga duduk sambil ngopi di depan rumahnya, diminta ngungsi tidak mau," ujarnya.
Dikatakan Jhonny, kini petugas BPBD Kabupaten Serang melakukan penanganan seperti asesmen, dan kondisi saat ini air sudah mulai surut perlahan lalu tim masih standby di lokasi banjir.
Ada berbagai kendala yang dialaminya, mulai dari kendaraan operasional yang belum memadai, lalu jarak tempuh ke lokasi banjir yang cukup jauh dan sarana prasarana juga kekurangan.
"Saat ini tim sudah diberangkatkan ke lokasi banjir untuk melakukan asesmen, pemantauan tinggi muka air, lalu dilengkapi dengan perlengkapan evakuasi. Kelanjutannya, kita sedang koordinasi dengan BBWSC3 dan PUPR untuk penanganan sungainya menggunakan alat berat dan lainnya," ucapnya.
Sumber:

