BJB NOVEMBER 2025

Pengawasan Truk Tambang Belum Optimal

Pengawasan Truk Tambang Belum Optimal

Pejabat Pemkab Serang bersama Aliansi Mahasiswa Serang Timur melakukan audiensi mengenai truk tambang yang marak melintas di Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung, beberapa hari lalu. (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pengawasan truk tambang yang melintas di Jalan Raya Cikande - Rangkasbitung belum berjalan secara optimal.

Karena, keterbatasan personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang menjadi kendalanya, sebab pengawasan truk tambang hanya berfokus di Jalan Raya Serang-Cilegon dan Jalan Raya Bojonegara-Puloampel.

Hal itu disampaikan Kepala Dishub Kabupaten Serang Benny Yuarsa kepada wartawan usai melakukan audiensi dengan Aliansi Mahasiswa Serang Timur, di Aula Saparudin, Pemkab Serang beberapa hari lalu.

Benny mengatakan, aturan jam operasional truk tambang di Jalan Raya Cikande-Rang­kasbitung itu telah diatur sesuai keputusan Gubernur Banten nomor 567.

Namun, pengawasannya sejauh ini belum dilakukan secara op­timal terkait penerapan aturan jam operasionalnya, dan pihak­nya akan menyampaikan ke tim Satgas Provinsi Banten untuk mendapatkan perhatian.

"Aturan jam operasional truk tambang ini, berlaku juga di Jalan Raya Cikande-Rangkas­bitung namun pengawasannya memang belum optimal. Ini jadi salah satu bahan yang akan kita sampaikan ke satgas provinsi supaya mendapatkan perhatian pengaturan dan pengen­dalian­nya," katanya, Kamis (8/1).

Pengawasan belum optimal, kata Benny, karena jumlah per­sonel yang terbatas padahal sudah ada pos terpadu yang dibangun, untuk melakukan pengawasan terhadap truk tambang.

Pihaknya akan meminta ban­tuan ke tim Satgas Provinsi untuk bisa menambah personel sebagai bantuan mengawasi truk tam­bang di sana.

"Kendala kita kan keterbatasan personel, ini juga yang akan kita sampaikan ke provinsi sebagai bahan masukan dan evaluasi, supaya kegiatan pengawasan selanjutnya berjalan optimal," ujarnya.

Dikatakan Benny, pengawasan terhadap truk tambang sejauh ini lebih difokuskan ke wilayah Jalan Raya Serang-Cilegon dan Bojonegara-Puloampel, di sana petugas standby melakukan pe­ngawasan setiap harinya.

Dia mengaku, masih ada truk tambang yang lolos dari pe­ngawasan petugas, namun ba­nyak juga yang langsung dila­kukan penindakan bagi mereka yang masih membandel.

"Tidak bisa dipungkiri, masih ada beberapa yang lolos dari pengawasan, namun banyak juga yang sudah kita tindak. Tetap ini juga menjadi bahan evaluasi, untuk dicari celah-celah kebocorannya dari mana dan itu segera ditutup dan dita­ngani," ucapnya.

Perwakilan Aliansi Mahasiswa Serang Timur, Diki Wahyudi mengatakan, masyarakat yang tinggal di Kecamatan Cikande, Jawilan, dan Kopo, mayoritas tinggal berdampingan dengan kawasan industri dan pertam­bangan, yang tentu merasa resah karena masih banyaknya ken­dara­an tambang yang melintas di luar jam operasional.

Menurutnya, selama ini belum ada upaya tegas yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menertibkan kendaraan-ken­daraan tambang yang melintas di luar jam operasional.

Sumber: