Kota Serang Masih Status Siaga Banjir
BANJIR: Kondisi Banjir di Banten lama, Kota Serang beberapa waktu lalu.(Aldi Alpian Indra/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota Serang menegaskan status siaga darurat bencana hidrometeorologi masih diberlakukan meski kondisi banjir di sebagian besar wilayah telah berangsur surut. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga Februari.
Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menjelaskan bahwa secara umum genangan air telah menghilang. “Kalau secara umum sudah surut. Tinggal sisa-sisa kecil saja, seperti kondisi becek di beberapa titik,” ujarnya saat dihubungi Tangerang Ekspres, Rabu (7/1).
Menurutnya, genangan yang tersisa saat ini tidak lagi berskala besar. BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) fokus melakukan pembersihan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang terdampak. “Hari ini kami ikut membantu pembersihan di SMP Negeri 25 dan SDN Pamarican,” kata Diat.
Diat menambahkan, dampak infrastruktur yang tercatat relatif terbatas. “Kerusakan yang terdata hanya di satu titik, yakni jembatan di Jalan Singandaru,” ujarnya. Selebihnya, tidak ditemukan kerusakan signifikan akibat banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Terkait status kebencanaan, Diat memastikan Kota Serang masih berada pada fase siaga darurat. “Masih siaga darurat terhadap bencana hidrometeorologi. SK Wali Kota berlaku sampai 18 Maret 2026,” jelasnya. Kebijakan tersebut, lanjut dia, mengacu pada prediksi BMKG yang menyebutkan Januari–Februari sebagai puncak musim hujan di wilayah Kota Serang.
Untuk mengurangi risiko banjir susulan, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipatif yang bersifat struktural. Diat menekankan perlunya penanganan fisik di lapangan, seperti perbaikan tanggul, normalisasi saluran air, serta pengangkatan sedimen dan sampah. “Antisipasi harus dibarengi usaha fisik atau struktural. Saat ini OPD terkait, seperti Dinas PUPR dan Perkim, sedang bekerja di lapangan,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menegaskan bahwa kewaspadaan harus tetap dijaga meskipun banjir mulai surut. Ia meminta seluruh OPD tetap siaga dan tidak lengah menghadapi potensi cuaca ekstrem. “Status siaga tetap diberlakukan agar seluruh perangkat daerah bisa bergerak cepat jika terjadi kondisi darurat,” tegas Nur Agis.
Ia menambahkan, penanganan banjir ke depan tidak cukup hanya bersifat responsif, tetapi harus dibarengi langkah-langkah struktural yang berkelanjutan.Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan genangan atau kerusakan infrastruktur. Pemerintah Kota Serang memastikan koordinasi lintas OPD terus dilakukan agar dampak bencana dapat ditekan dan aktivitas warga kembali normal.(ald)
Sumber:

