BJB NOVEMBER 2025

Produksi Padi Melonjak Capai 1,8 Juta Ton

Produksi Padi Melonjak Capai 1,8 Juta Ton

Gubernur Banten Andra Soni usai mengikuti pertemuan secara daring Bersama Presiden RI dalam rangka panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (7/1).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Provinsi Banten berhasil mencatatkan kenaikan signifikan baik dari sisi luas panen maupun total produksi padi sepanjang tahun 2025.

Hal itu diungkapkan Gubernur Banten Andra Soni usai mengikuti pertemuan secara daring Bersama Presiden RI dalam rangka panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Kecamatan Kramat­watu, Kabupaten Serang, Rabu (7/1).

Andra mengatakan, bahwa luas panen di wilayahnya meningkat sebesar 16,76 persen. Jika sebelumnya luas lahan tercatat di angka 299.000 hektare, pada tahun 2025 luas tersebut meluas menjadi 349.228 hek­tar.

"Alhamdulillah luas panen Banten tahun 2025 meningkat 16,76 persen menjadi 349.228 hektare," katanya kepada awak media.

Ia menjelaskan, peningkatan luas lahan ini berbanding lurus dengan hasil produksi. Produksi padi di Banten yang pada tahun 2024 berada di angka 1,5 juta ton, melonjak tinggi sebesar 16,84 persen menjadi 1,8 juta ton pada tahun 2025.

Kabupaten Pandeglang masih menjadi kontributor tertinggi dengan sumbangan sebesar 30,81 persen dari total hasil pro­duksi, diikuti oleh Kabupaten Lebak dan Serang.

"Artinya, kita mengalami surplus atau kenaikan se­banyak 261 ribu ton di tahun 2025. Ini adalah hasil kerja keras bersama," ujarnya.

Menurut Andra, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada kesejahteraan petani. Mulai dari penurunan harga pupuk yang memu­dahkan akses petani.

"Kemudian jaminan harga beli gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, yang mem­bangkitkan gairah menanam kembali di tingkat petani," tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga secara masih melakukan perbaikan pada saluran irigasi yang dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah pusat dan daerah.

Menanggapi tingginya minat investasi industri di Banten, Andra menegaskan komitmen­nya untuk menjaga lahan pro­duktif. Strategi yang dija­lankan yaitu memperketat im­plementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Lebih lanjut bekerja sama dengan Forkopimda untuk melakukan perluasan lahan pertanian demi mengejar target produksi tahun 2026.

"Kami konsisten memper­tahankan lahan pertanian meskipun investasi masuk. Saat ini kita masih mampu meningkatkan produksi, dan ke depan kita sedang berupaya mencetak sawah baru agar swasembada ini terus berke­lanjutan," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid menga­takan, tiga langkah stra­tegis yang tengah ditem­puh pemerintah provinsi untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Fokus utama dari langkah ini adalah memastikan ketersediaan air, pembaruan teknologi benih, serta digitalisasi pertanian.

Sumber: