BJB FEBRUARI 2026

Tumpukan Sampah di Lahan Kosong Depan Kantor Walikota Terbakar

Tumpukan Sampah di Lahan Kosong Depan Kantor Walikota Terbakar

TERBAKAR: Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di lahan kosong di Kampung Maruga, Serua, Ciputat. - Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Kebakaran ter­jadi di lahan kosong di daerah RT 6 dan 7, RW 4 Kampung Maruga, Kecamatan Ciputat. Lokasi tepatnya di depan ba­ngunan Menara Pandang di kawasan Balai Kota Tangsel.

Kebakaran tersebut terjadi sejak Rabu (6/1) sekitar pukul 18.00 WIB dan sampai Rabu (7/1) pukul 16.00 WIB apai belum berhasil dipadamkan.

Lahan yang terbakar bukan semak-semak maupum rum­put namun, tumpukan urukan yang terdiri dari berbagai jenis barang, mulai dari kayu, sam­pah, puing dan lainnya. Ke­bakaran tersebut diduga akibat adanya pembakaran yang di­lakukan seseorang, sehingga api menjalar atau merambat ke tumpukan beragam ma­terial yang kedalamnya lebih dari 1 meter.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Pe­­nyelamatan Kota Tangsel Omay Komarudin mengata­kan, kejadian kebakaran ini diduga bermula dari aktivitas pengurugan lahan yang dila­kukan oleh masyarakat. 

”Material pengurugan yang dibuang ke lokasi tidak hanya berupa puing-puing bangu­nan, tetapi juga terdapat kayu-kayu kering,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (7/1).

Omay menambahkan, ter­dapat kemungkinan adanya sampah yang dibakar di area tersebut, sehingga api kemu­dian merembet dan memicu kebakaran. 

Laporan awal kami terima Selasa (6/1) sekitar pukul 18.00 WIB. ”Menindaklanjuti lapor­an tersebut, kami langsung menerjunkan personel beserta unit pemadam kebakaran un­­tuk melakukan upaya pema­daman. Hingga sekitar pukul 24.00 WIB, api berhasil diken­dalikan, namun asap masih terpantau di lokasi,” tambah­nya.

Menurutnya, pada pagi hari­nya, sekitar pukul 05.00 WIB, pihaknya kembali menerima laporan dari Ketua RT dan RW setempat bahwa muncul nyala api kembali di lokasi yang sama. 

”Menyikapi hal tersebut, kami kembali mengerahkan personel dan unit pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman lanjutan. Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan dengan melibatkan kerja sama dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel de­ngan bantuan alat berat berupa beko untuk melakukan pengerukan,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini dilaku­kan karena titik api berada di bawah permukaan tanah, sehingga api merambat mela­lui lapisan tanah, menyerupai karakteristik kebakaran lahan gambut.

Terkait status lahan, dike­tahui bahwa lokasi tersebut masih merupakan lahan milik perorangan dan belum dibe­baskan oleh Pemkot Tangsel. Namun ke depan, terdapat kemungkinan lahan tersebut akan dibebaskan oleh Pemkot Tangsel. 

”Untuk saat ini, kepemilikan lahan masih berada pada pi­hak masyarakat. Adapun lua­san area yang terdampak ke­bakaran diperkirakan men­capai sekitar 100 meter pan­jang area rambatan api,” tu­turnya.

Omay mengungkapkan, ak­ti­vitas pembuangan puing-puing di lokasi tersebut bukan merupakan pembuangan ile­gal, melainkan dilakukan dalam rangka pengurugan lahan oleh pemiliknya. 

Pengurugan tidak dikhusus­kan pada satu perusahaan tertentu, melainkan pemilik lahan mempersilakan masya­rakat yang memiliki puing untuk membuang material urugan di lokasi tersebut.

Sumber: