Tumpukan Sampah di Lahan Kosong Depan Kantor Walikota Terbakar
TERBAKAR: Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di lahan kosong di Kampung Maruga, Serua, Ciputat. - Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Kebakaran terjadi di lahan kosong di daerah RT 6 dan 7, RW 4 Kampung Maruga, Kecamatan Ciputat. Lokasi tepatnya di depan bangunan Menara Pandang di kawasan Balai Kota Tangsel.
Kebakaran tersebut terjadi sejak Rabu (6/1) sekitar pukul 18.00 WIB dan sampai Rabu (7/1) pukul 16.00 WIB apai belum berhasil dipadamkan.
Lahan yang terbakar bukan semak-semak maupum rumput namun, tumpukan urukan yang terdiri dari berbagai jenis barang, mulai dari kayu, sampah, puing dan lainnya. Kebakaran tersebut diduga akibat adanya pembakaran yang dilakukan seseorang, sehingga api menjalar atau merambat ke tumpukan beragam material yang kedalamnya lebih dari 1 meter.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Omay Komarudin mengatakan, kejadian kebakaran ini diduga bermula dari aktivitas pengurugan lahan yang dilakukan oleh masyarakat.
”Material pengurugan yang dibuang ke lokasi tidak hanya berupa puing-puing bangunan, tetapi juga terdapat kayu-kayu kering,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (7/1).
Omay menambahkan, terdapat kemungkinan adanya sampah yang dibakar di area tersebut, sehingga api kemudian merembet dan memicu kebakaran.
Laporan awal kami terima Selasa (6/1) sekitar pukul 18.00 WIB. ”Menindaklanjuti laporan tersebut, kami langsung menerjunkan personel beserta unit pemadam kebakaran untuk melakukan upaya pemadaman. Hingga sekitar pukul 24.00 WIB, api berhasil dikendalikan, namun asap masih terpantau di lokasi,” tambahnya.
Menurutnya, pada pagi harinya, sekitar pukul 05.00 WIB, pihaknya kembali menerima laporan dari Ketua RT dan RW setempat bahwa muncul nyala api kembali di lokasi yang sama.
”Menyikapi hal tersebut, kami kembali mengerahkan personel dan unit pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman lanjutan. Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan dengan melibatkan kerja sama dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel dengan bantuan alat berat berupa beko untuk melakukan pengerukan,” jelasnya.
Menurutnya, hal ini dilakukan karena titik api berada di bawah permukaan tanah, sehingga api merambat melalui lapisan tanah, menyerupai karakteristik kebakaran lahan gambut.
Terkait status lahan, diketahui bahwa lokasi tersebut masih merupakan lahan milik perorangan dan belum dibebaskan oleh Pemkot Tangsel. Namun ke depan, terdapat kemungkinan lahan tersebut akan dibebaskan oleh Pemkot Tangsel.
”Untuk saat ini, kepemilikan lahan masih berada pada pihak masyarakat. Adapun luasan area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 100 meter panjang area rambatan api,” tuturnya.
Omay mengungkapkan, aktivitas pembuangan puing-puing di lokasi tersebut bukan merupakan pembuangan ilegal, melainkan dilakukan dalam rangka pengurugan lahan oleh pemiliknya.
Pengurugan tidak dikhususkan pada satu perusahaan tertentu, melainkan pemilik lahan mempersilakan masyarakat yang memiliki puing untuk membuang material urugan di lokasi tersebut.
Sumber:

