Perputaran Ekonomi Launching Royal Baroe, Tembus Rp289 Juta, 122 UMKM Terlibat
Warga Kota serang yang sedang mengunjungi acara launching Royal Baroe beberapa waktu lalu. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gelaran launching Royal Baroe yang dirangkaikan dengan Kota Serang Fair on The Street terbukti memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, total transaksi yang tercatat mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menyampaikan bahwa perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung menunjukkan hasil yang menggembirakan.
“Alhamdulillah, kegiatan di Royal Baru berjalan dengan baik. Untuk perputaran ekonomi, tercatat omzet sektor kuliner mencapai sekitar Rp245.650.000, sementara sektor fashion sekitar Rp43.843.000,” ujar Wahyu, Senin (29/12).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Serang dalam membuka kembali ruang usaha bagi para pedagang, khususnya mereka yang sebelumnya terdampak relokasi dari kawasan Royal dan Pasar Lama.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan usaha para pelaku UMKM agar tetap bisa beraktivitas dan meningkatkan pendapatan.
“Melalui kegiatan ini, para pedagang bisa kembali berjualan. Ini adalah upaya Pemkot Serang, sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, untuk memberikan ruang usaha dan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 122 pelaku UMKM turut ambil bagian. Seluruhnya merupakan pedagang yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Royal dan Pasar Lama, yang kini kembali mendapatkan ruang usaha melalui konsep penataan baru Royal Baroe.
Wahyu menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus ditingkatkan karena dinilai efektif dalam menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus menjadi bagian dari pembinaan UMKM yang dilakukan pemerintah.
“Tentu harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Karena ini bukan hanya soal event, tetapi bagaimana UMKM bisa tumbuh dan ekonomi daerah bergerak,” katanya.
Ke depan, Pemkot Serang juga telah merencanakan kegiatan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Januari mendatang. Dalam agenda tersebut, akan dilakukan penanaman plakat sebagai tanda peresmian kawasan, yang direncanakan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Serang.
“Untuk konsep dan tema kegiatan berikutnya masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi. Termasuk waktu pelaksanaan dan pengisi acara, semuanya akan kami sampaikan setelah diputuskan secara resmi,” katanya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat serta capaian transaksi yang signifikan, Royal Baroe diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi baru sekaligus ikon kebangkitan UMKM di Kota Serang.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa kegiatan launching Royal Baroe bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, kita melihat langsung dampaknya. Perputaran ekonomi berjalan, UMKM hidup, dan masyarakat mendapatkan ruang usaha yang lebih baik. Inilah tujuan utama penataan kawasan Royal, agar benar-benar memberi manfaat bagi warga,” ujarnya.
Sumber:

