BJB

Bappeda Pastikan Pembangunan Tetap Jalan

Bappeda Pastikan Pembangunan Tetap Jalan

Kepala Bappeda Kota Tangerang Yeti Rohaeti saat diwawancarai wartawan di Puspemkot Tangerang, Senin (31/8).-Humas For Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Penyesuaian alokasi anggaran pada 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Tangerang dalam menjalankan sejumlah program pembangunan. Meski demikian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang memastikan program pembangunan tetap berjalan dengan menerapkan skala prioritas dan penjadwalan secara bertahap.

Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengatakan penyesuaian anggaran terutama berdampak terhadap sejumlah program pembangunan infrastruktur. Beberapa kegiatan harus mengalami penjadwalan ulang agar dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Tantangannya sebetulnya saat ini adalah ketika alokasi anggaran kita kemarin di tahun 2026 ini kan kita disesuaikan. Sehingga untuk pembangunan pun tentunya ada penyesuaian-penyesuaian,” ujarnya kepada Tange­rang Ekspres, Senin (31/8).

Menurutnya, program non-infrastruktur relatif masih dapat dilaksanakan dengan alokasi anggaran yang tersedia. Sementara pembangunan infrastruktur membutuhkan pengaturan lebih lanjut sehingga beberapa kegiatan harus ditunda pelaksanaannya.

“Untuk infrastruktur memang kita akhirnya ada yang mundur pelaksanaannya,” katanya.

Yeti menegaskan, penyesuaian anggaran tidak membuat program pembangunan dihentikan. Bappeda tetap memastikan seluruh program masuk dalam dokumen perencanaan dan pelaksanaannya disesuaikan secara bertahap.

“Solusinya tetap perencanaannya kita laksanakan di tahun 2026 ini. Perencanaannya kita laksanakan, dokumen perencanaannya ada, nanti memang untuk pengalokasian anggarannya secara bertahap,” jelasnya.

Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan pembebasan lahan dan pekerjaan fisik. Jika sebelumnya kedua tahapan tersebut ditargetkan selesai dalam satu tahun, kini dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

“Misalkan untuk satu pembangunan harus ada pembebasan lahan, ada fisiknya. Yang harusnya bisa satu tahun semuanya, sehingga saat ini kita dipecah. Misalnya untuk tahun ini bagian pembebasan lahannya, baru tahun depan,” ungkap Yeti.

Di tengah penyesuaian anggaran tersebut, Bappeda juga memastikan program prio­ritas daerah tetap menjadi perhatian. Arah pembangunan Kota Tangerang mengacu pada RPJMD dan RKPD, dengan program prioritas 3G, yakni gampang sembako, gampang sekolah dan gampang kerja.

“Prioritas kita itu 3G tetap ya. Gampang sembako, gampang sekolah, gampang kerja. Selain itu juga tentunya pelayanan publik juga tetap,” tuturnya.

Selain itu, sektor pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur, rumah tidak layak huni hingga sarana olahraga juga menjadi bagian dari program pembangunan yang terus dikawal pemerintah daerah.

Yeti menyebutkan, Pemkot Tangerang memiliki program pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 1.000 unit setiap tahun. Pemerintah daerah juga membangun gedung kelas bersama (GKB) di wilayah tertentu serta melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan.

“Semua OPD bekerja sesuai dengan prioritasnya yang ada di dalam dokumen perencanaan mereka masing-­masing,” katanya.

Sumber: