Pengangguran Terbuka Berkurang 3.000 Orang
WAWANCARA: Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang Diana A Utami saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, beberapa hari lalu.-Agung Gumelar/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Serang mengalami penurunan yang kini mencapai 8,73 persen dari sebelumnya 9,18 persen atau turun sekitar 3.000 orang.
Pengangguran di Kabupaten Serang didominasi oleh perempuan. Angka ini menunjukkan adanya ketimpangan gender. Karena perempuan yang memilih untuk tidak bekerja karena tanggungjawab domestik, tetap tercatat di TPT sebagai pengangguran.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang Diana A Utami mengatakan, pengangguran tertinggi itu didominasi oleh perempuan karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari keterbatasan keterampilan, rendahnya akses terhadap lapangan kerja formal, hingga faktor sosial dan budaya.
"Apabila sekarang industri padat karya trennya itu berubah, ternyata banyak tenaga kerja perempuan ini kehilangan pekerjaannya, ini menjadi perhatian serius bagi kami," katanya saat diwawancarai wartawan di ruang kerja, beberapa hari lalu.
Diana mengatakan, sebagian perempuan yang memilih untuk tidak bekerja karena tanggung jawab domestik, seperti mengurus rumah tangga dan anak ternyata tercatat sebagai pengangguran dan masuk dalam TPT.
Hal tersebut yang mengakibatkan pengangguran di Kabupaten Serang naik-turun. Jika sistem penghitungannya terus begini, tentunya angka TPT di Kabupaten Serang tidak pernah sampai nol.
"Ini yang dicatat perempuan yang produktif usia dari 19 tahun sampai 65 tahun. Kalau mereka tidak bekerja tercatat di TPT, meskipun dirinya ibu rumah tangga tetap terdata. Kalau terus seperti ini, pengangguran di Kabupaten Serang terus ada dan tidak pernah hilang," ujarnya.
Kendati demikian, kata Diana, pihaknya akan turut berupaya supaya TPT di Kabupaten Serang terus berkurang. Salah satunya berencana mengadakan pelatihan jualan online.
Pelatihan ini difokuskan kepada ibu rumah tangga yang tidak bekerja, hanya mengurus rumah tangga dan anaknya. Mereka akan dibekali pelatihan agar tetap bekerja meskipun hanya sebagai ibu rumah tangga.
"Kita akan lakukan pelatihan jualan online, ternyata minatnya banyak ya, meskipun hanya jualan online tetap tercatat dia bekerja tidak pengangguran. Jadi, mereka sambil ngurus anak sambil jualan online," ucapnya. (agm/tnt)
Sumber:
