Pembangunan Eksploitatif Pemda Perparah Kekeringan
Ilustrasi kekeringan dan krisis pangan.(Dok. Tangerang Ekspres)--
”Terbanyak itu ada di Kecamatan Panongan dengan 6 desa yang meminta dikirim air bersih. Legok ada empat desa dan Tigaraksa ada lima desa yang meminta dikirim air bersih,” katanya.
Taufik melanjutkan, untuk stok air bersih masih terhitung cukup meski Sungai Cisadane mengalami kekurangan debit. Ia terus berkoordinasi dengan stakeholder dan kecamatan hingga desa untuk monitor dampak musim kemarau. ”Stok air bersih di kita masih cukup. Agar cepat dan banyak yang terkover kami libatkan PDAM dan PMI serta pihak lain dalam distribusi air bersih,” jelasnya.
Terpisah, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid memastikan pengiriman air bersih tidak terganggu meski debit Sungai Cisadane berkurang saat musim kemarau. Kata dia, banyak pihak terlibat saat pengiriman air bersih kepada masyarakat terdampak musim kemarau. ”Kita banyak pihak yang terlibat dalam pengiriman air bersih. Ada PDAM ada PMI ada dinas perkim dan juga stok air bersih kita masih cukup. Untuk lahan pertanian nanti kita akan bantu dengan pompa untuk pengairan lahan persawahan. Sekarang sedang didata berapa yang terdampak,” jelasnya.(dan-sep)
Sumber:

