BJB FEBRUARI 2026

Polisi Gagalkan Aksi Percobaan Bunuh Diri Pria di Karawaci

Polisi Gagalkan Aksi Percobaan Bunuh Diri Pria di Karawaci

Polisi berupaya membujuk dan memenangkan korban agar mengurungkan niatnya bunuh diri dari atas jembatan Cisadane. -Ahmad Syihabudin/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, KARAWACI — Aksi percobaan bunuh diri dilakukan seorang pria paruh baya di Jembatan Sungai Cisadane, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Ta­ngerang, Senin (30/3/2026) malam berhasil digaglakan po­lisi. Pria tersebut diduga nekat mengakhiri hidup karena depresi akibat penyakit yang tak kunjung sembuh.

Aksi tersebut berhasil diga­galkan setelah polisi bersama petugas pemadam kebakaran bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan warga.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Muhammad Jauhari mengatakan, laporan dari masyarakat diterima polisi. Personel piket fungsi langsung dikerahkan menuju lokasi un­tuk melakukan pencegahan dan penyelamatan.

“Anggota yang tiba di lokasi langsung melakukan pende­katan persuasif dengan mem­bujuk korban agar mengu­rung­kan niatnya,” kata Jauhari dalam keterangannya. Selasa 31 Maret 2026.

Petugas kemudian berkoor­dinasi dengan tim Damkar UPT Cibodas untuk mempercepat proses evakuasi. Setelah melalui negosiasi yang cukup mene­gangkan, korban akhirnya ber­hasil diamankan dalam kon­disi selamat.

“Korban berhasil dievakuasi dengan bantuan damkar, kemu­dian kami amankan untuk men­dapatkan pertolongan awal secara psikologis,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berinisial Z (59), seorang wiraswasta warga Karawaci, Kota Tangerang, Ban­ten. Kepada petugas, ia mengaku mengalami tekanan mental akibat penyakit asam lambung yang dideritanya tidak kunjung membaik.

“Korban merasa tertekan se­cara psikis karena sakit yang di­alaminya tidak sembuh-sem­buh,” ungkap Jauhari.

Setelah berhasil diselamatkan, korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lan­jutan, baik dari sisi medis mau­pun pendampingan psiko­logis. 

Polisi juga mengimbau masya­rakat agar lebih peduli terhadap kondisi orang-orang di sekitar, terutama mereka yang menun­jukkan tanda-tanda depresi atau mengalami tekanan men­tal.

“Segera laporkan jika melihat orang yang membutuhkan per­tolongan agar bisa cepat ditangani,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan bahwa bunuh diri bukanlah solusi untuk menye­lesaikan persoalan hidup. Se­tiap masalah selalu memiliki jalan keluar, dan bantuan bisa dicari melalui keluarga, tenaga medis, tokoh masyarakat, mau­pun laya­nan konseling profe­sional. 

Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan mental, jangan ragu untuk mencari bantuan dan berbicara dengan orang yang dipercaya, karena selalu ada harapan dan per­tolongan. (din)

Sumber: