BJB FEBRUARI 2026

Menteri PKP Tinjau RTLH di Tigaraksa

Menteri PKP Tinjau RTLH di Tigaraksa

TINJAU: Menteri Perumahan dan pemukiman, Maruarar Sirait saat meninjau RTLH di Kampung Kelapa Dua, Desa Pete, Tigaraksa, Senin (30/3). (Dani Mukarom/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSAMenteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari meninjau untuk memastikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di TIGARAKSA, Kabupaten Tangerang akan mulai berjalan pada 15 April mendatang tepat sasaran. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dengan kondisi rumah tidak layak huni.

Maruarar Sirait mengatakan, penerima bantuan telah melalui proses verifikasi yang ketat. Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penerima bantuan masuk kategori desil satu atau kelompok masyarakat paling bawah secara ekonomi.

“Kita lihat tadi rumahnya memang sangat tidak layak huni. Dari data BPS juga sudah masuk desil satu. Jadi saya sangat senang karena program ini benar-benar tepat sasaran,” ujar Maruarar Sirait saat meninjau RTLH di Kampung Kelapa Dua, Desa Pete, Tigaraksa, Senin (30/3).

Tak hanya memberikan bantuan renovasi rumah, Maruarar juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program. Ia menyebut masyarakat dilibatkan secara langsung dalam proses pemilihan material bangunan hingga pengelolaan anggaran.“Rakyat kita didik supaya terbuka. Milih toko bangunan jangan cuma satu, cari empat, bandingkan harga termurah, cek sudah termasuk pajak atau ongkir belum. Jadi keuntungan dari situ kembali ke rakyat,” jelasnya.

Selain program BSPS, pemerintah juga menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk mendukung masyarakat dan pelaku usaha kecil di sektor perumahan. Melalui skema ini, masyarakat bisa mengakses pinjaman dengan bunga rendah tanpa harus bergantung pada rentenir.“KUR perumahan bunganya disubsidi. Dari 11 persen, disubsidi 5 persen, jadi hanya bayar 6 persen. Untuk pinjaman di bawah Rp100 juta bahkan tidak perlu jaminan,” kata Maruarar.

Ia juga menyebut kontraktor kecil, developer, dan toko bangunan dengan kategori UMKM dapat mengakses pinjaman hingga Rp20 miliar untuk mendukung pembangunan rumah rakyat. Terkait target, Maruarar menyebut pemerintah akan mulai dengan 83 ribu unit rumah yang telah diverifikasi. Program tersebut kemudian akan terus ditingkatkan hingga mencapai target 400 ribu rumah dalam satu tahun. “April ini 83 ribu mulai jalan. Lalu Mei kita genjot lagi sampai 400 ribu. Tidak usah nunggu lama-lama,” ujarnya.

Menurutnya, program bedah rumah juga didukung berbagai pihak swasta melalui skema gotong royong. Sejumlah perusahaan seperti Buddha Tzu Chi, Astra, dan Djarum turut berpartisipasi dalam pembangunan rumah masyarakat.“Gotong royong tumbuh luar biasa. Ada APBN, ada CSR, semuanya berlomba membantu masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Qodari, menilai program BSPS bukan sekadar bantuan renovasi rumah, tetapi juga bagian dari pendidikan sosial bagi masyarakat.“Pak Prabowo lewat Pak Ara ini bukan hanya membantu masyarakat, tapi juga mencerdaskan rakyat Indonesia. Dengan inovasi seperti tender rakyat, masyarakat belajar memilih harga terbaik dan mengelola proyek sendiri,” kata Qodari.

Ia menyebut konsep tender mikro yang diterapkan dalam program tersebut menjadi langkah baru dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, proses tender yang biasanya identik dengan kalangan elit kini bisa dilakukan masyarakat secara terbuka dan transparan.“Kalau tender ini berjalan, masyarakat semakin cerdas, dapat harga terbaik, dan hasilnya kembali ke mereka. Jadi bukan sekadar bantuan, tapi juga proses pembelajaran,” ujarnya.(dan)

Sumber: