diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

Ketua DPRD Monitoring Penyaluran MBG

Ketua DPRD Monitoring Penyaluran MBG

Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari saat monitoring dapur SPPG di Rangkasbitung, Kamis (26/2). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari melakukan monitoring penyaluran pro­gram Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Pemilihan (Dapil) 1, yakni Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Ka­ranganyar, dan Warung­gunung. 

Menurut Juwita, monitoring ini dilakukan untuk memastikan program Presiden tersebut ber­jalan dengan semestinya. Baik dalam pemberian cakupan gizi­nya hingga nominal ma­kanan yang diterima ma­syarakat. 

"Monitoring ini kita lakukan untuk memastikan dapur SPPG tidak menyimpang dalam pem­berian asupan yang juga dise­suaikan dengan nominal harga yang sudah ditetapkan, karena banyak aduan yang masuk ke DPRD," kata Juwita kepada war­ta­wan di ruang kerja, Kamis (26/2). 

Kata Juwita, hasil monitoring ke SPPG di Kecamatan Cibadak dan Rangkasbitung, banyak ditemukan ketidaksesuaian nominal asupan makanan yang diterima masyarakat. 

"Distribusi MBG di bulan Ra­madan ini kan keringan, se­hingga masyarakat dengan mu­dah membaca nominal ma­kanan yang diterima," ujarnya. 

Contoh soal, di SPPG Rang­kasbitung, menu yang diberikan kepada masyarakat sekaligus untuk tiga hari dengan menu roti abon 2, susu 2, telur rebus, salak dan jeruk, serta kurma 3 biji. 

"Jika melihat untuk asupan gizi masuk, tapi jika dihitung makanan untuk 3 hari itu hanya sekitar  Rp20 ribu kurang lebih, jadi wajar jika banyak warga yang protes," paparnya. 

Monitoring ini, kata Juwita, dilakuan semua fraksi di ma­sing-masing dapilnya. Hasil monitoring ini akan dire­komendasikan ke lembaga yang menaungi program MBG. 

"Tujuannya tidak lain agar program MBG ini bisa berjalan dengan baik dan dapat di­rasakan manfaatnya oleh masyarakat," ucapnya.

Yanto, Wakil Ketua l DPRD Lebak mengaku, hasil mo­nitoring ini harus menjadi ba­han evaluasi bagi pemangku ke­bijakan. Karena, fakta di la­pangan, makanan yang disajikan jangan tidak sesuai harapan masyarakat. 

"Banyak kita temukan buah-buahan tidak layak, bahkan sudah busuk, belum lagi ma­kanan yang diberikan khu­susnya momen Ramadan ini dapur SPPG terlalu banyak mengambil keuntungan dari menu yang diberikan kepada warga," katanya. (fad)

Sumber: