SMPN 1 Kemiri Umumkan Pemenang Lomba Mading

PEMENANG: Siswa SMPN 1 Kemiri pemenang lomba mading mendapatkan hadiah dan penghargaan yang diberikan oleh guru SMPN 1 Kemiri.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANG — SMPN 1 Kemiri mengumumkan pemenang lomba mading sekolah yang di ikuti oleh seluruh siswa. Lomba tersebut dilakukan untuk mengaktifkan kembali mading sekolah dan juga meningkatkan kreativitas para siswa.
Dalam lomba mading tersebut, kelas 9D, Kelas 8C dan kelas 7F mendapatkan juara. Meraka menang karena dari hasil mading sangat kreatif dan juga kompak. Bahkan, para siswa juga sangat antusias dalam membuat mading sekolah tersebut.
Kepala SMPN 1 Kemiri Koid Munajat mengatakan, lomba Mading yang digelar untuk bisa menghidupkan kembali mading sekolah. Ini agar siswa bisa mengisi mading dengan kreativitas mereka masing-masing. Selain itu juga untuk meningkatkan kreativitas dan kekompakan siswa antar kelas.
”Saya ucapkan selamat kepada para pemenang. Saya harap lomba ini sebagai salah satu semangat siswa untuk terus menghidupkan mading sekolah. Ini karena mading sekolah bisa sebagai tempat informasi siswa dan juga mengasah kreativitas siswa dalam bentuk apapun,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (26/8).
Koid menambahkan, mading sekolah saat ini kalah dengan adanya media sosial yang digunakan oleh siswa. Melalui lomba mading ini, siswa bisa mengisi di mading sekolah seperti, informasi, hasil karya atau hal lainnya yang penting mading sekolah tetap hidup dan bisa sebagai media sekolah untuk para siswa. ”Jadi, saya ingin siswa bisa aktif dalam mengisi mading sekolah. Zaman dulu, mading sekolah sangat penting bagi siswa karena segala informasi tentang sekolah ada di mading. Siswa bisa memanfaatkan mading yang ada di sekolah,” paparnya.
Ia menjelaskan, pihaknya akan mengupayakan setiap kegiatan di pajang di mading sekolah. Hal tersebut untuk membiasakan siswa untuk bisa terus mengisi kegiatan sekolah dan kegiatan yang siswa lakukan. Apalagi, siswa SMPN 1 Kemiri banyak yang kreatif dan diharapkan bisa terus mengisi mading sekolah.
”Saya liat banyak siswa saya kreatif dan aktif, jadi diminta untuk konsisten dalam mengisi mading sekolah. Bisa peroarangan atau bisa perkelas tinggal bagaimana mereka mengatur untuk mengisi mading sekolah,”tutupnya. (ran)
Sumber: