SMPN 1 Sepatan Gelar LDKS 2026
LDKS: SMPN 1 Sepatan, gelar LDKS dalam rangka meningkatkan kualitas siswa dalam belajar dan menjalankan organisasi.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SEPATAN — SMPN 1 Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan karakter dalam meningkatkan kualitas siswa, khususnya dalam membangun jiwa kepemimpinan serta kemampuan berorganisasi.
LDKS menjadi salah satu agenda penting SMPN 1 Sepatan dalam mencetak generasi pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali berbagai materi kepemimpinan dasar, kerja sama tim, serta pemahaman tentang peran dan fungsi organisasi di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 1 Sepatan Sugeng Atmoko mengatakan, pelaksanaan LDKS 2026 merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memperkuat pembinaan karakter. Menurutnya, kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi merupakan bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.
“LDKS ini kami gelar sebagai upaya sekolah untuk meningkatkan kualitas siswa secara menyeluruh. Tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang baik, mampu bekerja sama, dan memahami tata cara berorganisasi yang benar,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, usai memberikan sambutan dalam LDKS, Sabtu (24/1).
Ia menjelaskan, melalui LDKS, siswa diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai dasar kepemimpinan seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tertanam kuat dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin siswa belajar menjadi pemimpin, dimulai dari memimpin diri sendiri. Dengan disiplin, tanggung jawab, dan sikap yang baik, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang siap berkontribusi positif, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ungkapnya.
Sugeng menambahkan, LDKS juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami dunia organisasi secara sehat. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenal struktur organisasi, cara mengambil keputusan bersama, serta pentingnya komunikasi yang efektif dalam sebuah organisasi.
“Belajar berorganisasi itu penting. Siswa harus paham bagaimana bekerja dalam tim, menghargai perbedaan pendapat, serta mampu menyelesaikan masalah dengan musyawarah. Semua itu kami tanamkan melalui LDKS,” paparnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan LDKS dapat menjadi pondasi kuat bagi siswa untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan positif di sekolah, seperti OSIS dan ekstrakurikuler lainnya. Dengan bekal kepemimpinan yang baik, siswa diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman-temannya.
“Kami berharap setelah mengikuti LDKS, siswa memiliki kepercayaan diri yang lebih baik, berani menyampaikan pendapat secara santun, dan mampu menjadi contoh perilaku positif di lingkungan sekolah,” tutupnya.(ran)
Sumber:

