BJB NOVEMBER 2025

SMPN 1 Sepatan Gelar LDKS 2026

SMPN 1 Sepatan Gelar LDKS 2026

LDKS: SMPN 1 Sepatan, gelar LDKS dalam rangka meningkatkan kualitas siswa dalam belajar dan menjalankan organisasi.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SEPATAN — SMPN 1 Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) tahun 2026. Ke­giatan ini diikuti oleh seluruh siswa.

Kegiatan ini dilaksanakan se­bagai bagian dari program pembinaan karakter dalam meningkatkan kualitas siswa, khususnya dalam membangun jiwa kepemimpinan serta ke­mam­puan berorganisasi.

LDKS menjadi salah satu agen­da penting SMPN 1 Sepatan da­lam mencetak generasi pela­jar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Melalui ke­giatan ini, para siswa dibekali berbagai materi kepemimpinan dasar, kerja sama tim, serta pe­mahaman tentang peran dan fungsi organisasi di lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 1 Sepatan Su­geng Atmoko mengatakan, pe­laksanaan LDKS 2026 me­rupakan bentuk komitmen se­kolah dalam memperkuat pembinaan karakter. Menurut­nya, kepemimpinan dan ke­mampuan berorganisasi meru­pakan bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.

“LDKS ini kami gelar sebagai upaya sekolah untuk mening­katkan kualitas siswa secara menyeluruh. Tidak hanya cer­das secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepe­mim­pinan yang baik, mampu bekerja sama, dan memahami tata cara berorganisasi yang benar,” ujarnya kepada Tange­rang Ekspres, usai memberikan sambutan dalam LDKS, Sabtu (24/1).

Ia menjelaskan, melalui LDKS, siswa diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai dasar ke­pemimpinan seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tertanam kuat dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin siswa belajar men­jadi pemimpin, dimulai dari memimpin diri sendiri. Dengan disiplin, tanggung ja­wab, dan sikap yang baik, me­reka akan tumbuh menjadi pribadi yang siap berkontribusi positif, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ungkapnya.

Sugeng menambahkan, LDKS juga menjadi sarana pembe­lajaran bagi siswa untuk me­mahami dunia organisasi secara sehat. Melalui kegiatan ini, sis­wa diajak untuk mengenal struktur organisasi, cara meng­ambil keputusan bersama, serta pentingnya komunikasi yang efektif dalam sebuah organisasi.

“Belajar berorganisasi itu pen­ting. Siswa harus paham bagaimana bekerja dalam tim, menghargai perbedaan pen­dapat, serta mampu menyele­saikan masalah dengan musya­warah. Semua itu kami tanam­kan melalui LDKS,” paparnya.

Lebih lanjut, ia berharap ke­giatan LDKS dapat menjadi pondasi kuat bagi siswa untuk lebih aktif dalam berbagai ke­giatan positif di sekolah, seperti OSIS dan ekstrakurikuler lain­nya. Dengan bekal kepemim­pinan yang baik, siswa diharap­kan mampu menjadi teladan bagi teman-temannya.

“Kami berharap setelah meng­ikuti LDKS, siswa memiliki ke­percayaan diri yang lebih baik, berani menyampaikan pendapat secara santun, dan mampu menjadi contoh peri­laku positif di lingkungan se­kolah,” tutupnya.(ran)

Sumber: