BJB

Wagub Banten Minta Guru Kuasai Teknologi

Wagub Banten Minta Guru Kuasai Teknologi

Wagub Banten, Achmad Dimyati Natakusumah saat memberikan sambutan dalam acara Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang, di Hotel Horizon Pandeglang, Kamis (30/7).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Na­ta­kusumah meminta kepada se­luruh guru yang ada di Ban­ten untuk dapat meningkatkan kompetensinya khususnya pada bidang teknologi. Hal ini agar guru dapat menghadapi tantangan perkembangan teknologi di era modern. 

Hal itu diungkapkan saat mem­berikan sambutan pada Ap­resiasi Guru dan Tenaga Kepen­didikan Tingkat Kabu­paten Pandeglang, di Hotel Hori­zon Pandeglang, Kamis (30/7). 

Dimyati mengatakan, ada tiga ciri utama memasuki era modern atau digital. Pertama teknologi canggih, informasi cepat, dan pola pikir rasional. Kondisi ini juga membuat kinerja guru makin baik.

”Perkembangan teknologi sudah berhasil meningkatkan kinerja guru,” katanya. 

Meski demikian, Dimyati me­minta guru untuk mening­katkan penguasaan terhadap teknologi. Sebab era modern ini berjalan begitu cepat, para guru harus dapat menye­suai­kan dan mem­pelajari per­kem­banan teknologi yang semakin maju. 

”Teknologi berkembang de­ngan cepat, guru pun harus bisa mengikuti perkembangan tersebut,” ujarnya. 

Selain perubahan zaman, Dimyati juga berpesan kepada guru untuk tidak meninggalkan peran penting menjadi teladan bagi murid-muridnya dan masyarakat. 

”Guru itu digugu dan ditiru, guru harus menjadi orang yang diteladani murid-murid­nya dan masyarakat,” ung­kapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahaga Kabupaten Pandeglang Sutoto menjelaskan, kegiatan apre­siasi guru dan tenaga kepen­didikan diselenggarakan da­lam rangka memberikan peng­hargaan atas jasa seorang guru.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 115 orang guru dan kepala sekolah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Peserta berasal dari guru dan tenaga kepen­didikan jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).  

”Mereka mengikuti kegiatan untuk mendapatkan predikat guru dan tenaga kependidikan adaftif dan transformatif pada masing-masing jenjang,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Uju Juarsih, Kepala TK Pembina Kecamatan Ciba­liung mengatakan, keikut­sertaannya dilandasi semangat untuk mengembangkan po­ten­si dirinya dalam men­jalan­kan kewajibannya sebagai guru. 

”Banyak inovasi yang didapatkan di sini. Khususnya perkembangan teknologi yang bisa diaplikasikan di sekolah dan ditularkan kepada teman-teman sejawat,” jelasnya. 

Menurutnya, keikutsertaan dapat meningkatkan penge­tahuan dan keterampilan dalam mengajar. 

Sumber: