BJB

Bedah Rumah, Pemdes Daru Jamin Jadi Program Berkelanjutan

Bedah Rumah, Pemdes Daru Jamin Jadi Program Berkelanjutan

BERKELANJUTAN: Pemdes Daru, Kecamatan Jambe, melakukan bedah rumah sesuai dengan program desa yang sudah ada dan berkelanjutan.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, JAMBE — Pemerintah Desa Daru, Kecamatan Jambe, terus menjalankan program bedah rumah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang lebih layak. Kali ini, program tersebut menyasar rumah milik Hasan, warga RT 004/RW 001, yang dibangun kembali menggunakan anggaran desa.

Program tersebut merupakan salah satu usulan yang telah masuk dalam rencana pembangunan desa tahun 2026. Pemerintah Desa Daru menegas­kan bahwa program bedah rumah akan terus dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuai­kan kemampuan anggaran yang tersedia.

Kepala Desa Daru, Abdul Malik Azis, mengatakan bahwa program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kesejah­teraan masyarakat sekaligus membantu warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan.

”Program bedah rumah ini sudah menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Desa Daru. Kami ingin memastikan masyarakat dapat tinggal di rumah yang aman, nyaman, dan layak huni,” ujar Abdul Malik Azis kepada Tangerang Ekspres, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, rumah milik Hasan dipilih ber­dasarkan hasil pendataan serta usulan yang telah diterima pemerintah desa sebelumnya. Menurutnya, penentuan penerima bantuan di­lakukan secara objektif dengan mempertim­bangkan kondisi bangunan dan tingkat kebutuhan masyarakat.

”Kami tidak membedakan masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan. Namun, kami harus melihat mana yang lebih mendesak dan lebih membutuhkan untuk segera ditangani,” katanya.

Abdul Malik Azis mengungkapkan bahwa jumlah usulan bedah rumah yang masuk ke pemerintah desa setiap tahun cukup banyak. Akan tetapi, keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa harus melaksanakan program tersebut secara bertahap.

”Usulan yang masuk jumlahnya cukup banyak. Kami memahami bahwa masih ada warga yang membutuhkan bantuan serupa. Oleh karena itu, kami terus melakukan pendataan agar pelaksanaan program bisa berjalan secara merata dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun 2026, Pemerintah Desa Daru baru dapat melaksanakan pembangunan satu unit rumah. Meski demikian, pihaknya ber­komitmen untuk terus melanjutkan program tersebut pada tahun-tahun berikutnya.

”Tahun ini baru satu rumah yang dapat kami laksanakan. Meskipun demikian, kami tetap berupaya agar program ini terus berjalan karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Abdul Malik Azis menambahkan bahwa peme­rintah desa juga telah menyiapkan data calon penerima bantuan untuk tahun 2027. Pelaksa­naannya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan desa serta hasil verifikasi di lapangan. ”Kami sudah memiliki data penerima untuk tahun 2027. Nanti semuanya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat prioritas dan kemampuan anggaran yang tersedia,” ucapnya.

Ia berharap program bedah rumah tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini tinggal di rumah yang kurang layak huni.

”Kami berharap rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan dapat kembali menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman bagi penghuninya. Pada akhirnya, program ini bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Abdul Malik Azis menegaskan bahwa Pemerintah Desa Daru akan terus berkomitmen menjalankan program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Sumber: