Dispar Banten Targetkan 3,5 Juta Wisatawan
Dispar Banten menggelar konferensi pers di kantornya, belum lama ini. (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
"Masyarakat kita memang tidak terlalu menghiraukan ini berizin atau tidak, yang penting view-nya bagus dan ekonomis. Namun saran saya, khususnya untuk wisata air, carilah destinasi yang memiliki petugas penyelamat atau Balawista agar kita nyaman," katanya melalui sambungan telepon.
Menurutnya keberadaan petugas penyelamat menjadi indikator kuat bahwa pengelola memahami mitigasi risiko, mengingat banyak wisata alam yang dibuka secara swadaya oleh masyarakat awam memanfaatkan pinggiran sungai, pantai, atau lahan pribadi tanpa memikirkan risiko kecelakaan seperti tenggelam.
"Karena ada lahan yang bagus untuk jadi objek wisata, akhirnya masyarakat secara swadaya membuka destinasi wisata tanpa ada perizinan," ungkapnya.
Maka dari itu, kata Bayyu, pihaknya tidak akan mengambil tindakan represif, melainkan pendekatan persuasif dan edukatif. Pada Juni mendatang, Dispar akan menggelar sosialisasi masif yang menyasar sektor akomodasi, restoran, rumah makan, hingga tempat hiburan.
Selanjutnya pada Juli, pemerintah akan melakukan aksi jemput bola dengan menggandeng pihak terkait, termasuk DPMPTSP untuk membuka layanan pengurusan izin langsung di tempat.
"Kita real aja, sosialisasi sekaligus mengajak dan langsung kalau bisa eksekusi di situ. Dan ini tidak berbiaya alias gratis," tegasnya. (mam)
Sumber:
