BJB FEBRUARI 2026

Dispar Banten Targetkan 3,5 Juta Wisatawan

Dispar Banten Targetkan 3,5 Juta Wisatawan

Dispar Banten menggelar konferensi pers di kantornya, belum lama ini. (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten op­timistis jumlah kunjungan wisatawan ke Banten tahun ini akan mengalami pe­ning­katan. 

Dispar kini membidik target baru di angka 3,5 juta perge­rakan wisatawan pada hari libur sekolah mendatang.

Kepala Dispar Banten, Eli Susiyanti, mengatakan bahwa bahwa kondisi kunjungan wisatawan pada 2025 men­capai hingga 3 juta kunjungan. Tahun ini pihaknya menar­getkan hingga 3,5 juta pada momen libur sekolah pada Juni ini.

"Kita optimis target wisata­wan datang ke Banten bisa terus meningkat," katanya, Senin (18/5).

Untuk mengejar target terse­but, Dispar Banten telah me­nyiapkan strategi khusus. Pihak dinas menggabungkan dua agenda besar menjadi satu festival megah bertajuk Exciting Banten Festival yang bersifat perlombaan yang akan memuncak pada bulan Juni dan Juli ini.

Rangkaian sosialisasi dan tahapan perlombaan sendiri sudah mulai digulirkan sejak minggu ketiga bulan Mei ini. Festival ini sengaja didesain untuk menjadi wadah kreati­vitas bagi pelajar hingga ma­syarakat umum.

"Ini kita sudah mulai sosia­lisasi untuk tahapan-tahapan­nya ya," ujarnya.

Adapun beberapa perlom­baan yaitu, lomba Kreativitas Band (Tingkat SMA), lomba tari, lomba video dan fotografi pariwisata untuk kategori umum, hingga kompetisi e-sport, dan wastra. 

"Untuk puncak acaranya akan digelar di kawasan wisata Anyer pada akhir Juni atau awal Juli mendatang," ung­kapnya.

Menanggapi banyaknya wi­sata yang belum berizin, kata Eli, banyak pengelola yang belum memahami terkait pe­nge­lolaan yang harus berizin. 

Pihak Dispar mengungkap­kan bahwa mayoritas destinasi wisata alam berbasis air dan pemandangan yang belum berizin banyak ditemukan di Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

"Memang masih cukup ba­nyak dan ini harus kita fasi­litasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dispar Banten, Paundra Bayyu Ajie mengatakan, secara kasat mata, pihaknya mengakui belum ada pelabelan khusus yang dipasang di lokasi untuk membedakan secara langsung mana tempat wisata yang sudah berizin dan yang belum. Kendati demikian, masyarakat bisa membedakannya melalui kesiapan fasilitas keselamatan di lokasi.

Bagi masyarakat yang ingin mendatangi destinasi wisata, khususnya wisata air seperti pantai, kolam renang, sungai, dan air terjun, cara paling mudah untuk mengidentifikasi tempat yang aman dan profe­sional adalah dengan melihat ada atau tidaknya petugas penyelamat atau Badan Pe­nyelamat Wisata Bahari (Ba­lawista).

Sumber: