Bau Menyengat di Sungai Pakupatan
Salah seorang warga mengeluhkan kondisi anak sungai yang tercemar bau limbah di Terminal Pakupatan Kota Serang, Minggu (3/5). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Warga di sepanjang aliran anak sungai kawasan Terminal Pakupatan, yang bermuara dari Komplek BMS, Cipocok Jaya, Kota Serang, mengeluhkan bau menyengat yang tercium selama hampir sepekan terakhir. Bau tersebut diduga berasal dari pencemaran limbah, meski secara kasat mata kondisi air terlihat normal.
Keluhan datang dari sejumlah warga di sekitar bantaran sungai, mulai dari kawasan Perumahan BMS hingga Kemang Patung. Mereka menyebut bau yang tercium menyerupai bangkai bercampur gas dan semakin kuat saat cuaca panas serta angin bertiup.
Salah seorang warga, Opi mengatakan bau tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak pada kondisi kesehatan.
“Baunya sudah hampir seminggu, seperti bau bangkai sampai bikin pusing ke kepala. Kalau musim panas dan ada angin, baunya makin menyengat, seperti bau busuk bercampur gas,” ujarnya, Minggu (3/5).
Menurutnya, warga sempat menduga bau berasal dari bangkai hewan. Namun setelah dilakukan penelusuran di sepanjang aliran sungai, tidak ditemukan sumber bangkai yang dimaksud.
“Sudah ditelusuri dari ujung sungai, tapi tidak ada bangkai. Bahkan warga di sepanjang jalur, termasuk di Komplek BMS, juga mengeluhkan hal yang sama,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun tidak terlihat perubahan warna air yang mencolok, bau yang ditimbulkan sangat tidak wajar. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan adanya pencemaran limbah di aliran sungai tersebut.
“Airnya kelihatan normal, tidak ada warna aneh, tapi baunya sangat menyengat,” ungkapnya.
Kecurigaan warga semakin kuat setelah ditemukannya sejumlah ikan sapu-sapu mati di aliran sungai. Padahal, ikan tersebut dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan.
“Biasanya ikan sapu-sapu itu kuat, tapi ini sampai mati. Jadi kami curiga ada limbah,” tuturnya.
Akibat bau menyengat tersebut, sejumlah warga mengaku mengalami pusing saat menghirup udara di sekitar lokasi. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pengecekan untuk memastikan sumber pencemaran serta mengambil langkah penanganan yang diperlukan.
Warga juga meminta adanya tindakan tegas jika terbukti terdapat pihak yang membuang limbah sembarangan ke aliran sungai, guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, mengaku baru menerima informasi terkait keluhan warga tersebut dan memastikan akan segera menindaklanjutinya. ”Akan kita tindaklanjuti segera ya,” singkatnya. (ald)
Sumber:
