Zakiyah Sebut 63 Desa Masih Marak BABS
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menandatangani kesepakatan bersama dalam menuntaskan BABS pada acara Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Koordinasi Kabupaten Kota Sehat di Hotel Aston Anyer, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang,--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, menyebutkan ada 63 desa di Kabupaten Serang yang masyarakatnya masih marak Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Hal ini dipicu karena sudah menjadi tradisi atau kebiasaan, yang sudah dilakukan sejak dahulu membuat mereka lebih nyaman BABS ke sungai maupun kebun, ketimbang ke kamar mandi, karena tidak harus menyiram kotorannya.
Hal itu disampaikannya usai Rapat Koordinasi dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Koordinasi Kabupaten Kota Sehat di Hotel Aston Anyer, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Senin (6/4).
Zakiyah mengatakan, masih adanya sekitar 63 desa yang masyarakatnya masih BABS tentunya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dengan tuntas.
Perilaku BABS di masyarakat sudah menjadi satu kebiasaan dari sejak dulu yang belum bisa dihentikan. Maka perlu adanya kolaborasi semua pihak untuk ikut serta membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
"Saya butuh kolaborasi semua pihak, sosialisasi ke masyarakat untuk tidak atau melakukan buang air besar sembarangan dimanapun, karena nanti akan muncul banyak penyakit. Jadikan perilaku hidup sehat, sehingga tidak ada penyebaran di mana-mana untuk bisa menghentikan buang air besar sembarangan," katanya.
Zakiyah meyakini, apabila sosialisasi diberikan ke masyarakat secara masif secara perlahan namun pasti, mereka tidak akan lagi BABS karena akan takut terkena penyakit yang mematikan.
"Saya yakinlah kalau kita nanti lebih masif, warga juga pasti kedepan akan semakin berpikir lebih modern, karena semakin lama manusia itu pasti akan berpikir lebih realistis," ujarnya.
Kata Zakiyah, pihaknya akan menginventarisir titik mana saja yang marak BABS untuk dibangunkan WC atau jamban, supaya masyarakat tidak lagi buang hajatnya ke sungai maupun kebun.
"Kita akan berkolaborasi dengan perusahaan agar mereka memberikan CSR-nya, untuk membantu kami mendirikan jamban-jamban yang belum ada di wilayah marak BABS," ucapnya.
Zakiyah mengaku optimistis dapat menyelesaikan masalah BABS sebelum dirinya selesai menjabat sebagai Bupati Serang periode 2024-2029, yang ditargetkan nol BABS selama masa menjabatnya.
"Kami akan upayakan semaksimal mungkin," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr. Efrizal mengatakan, BABS merupakan suatu kebiasaan masyarakat yang sampai sekarang belum bisa dihilangkan, meskipun sudah disediakan WC atau jamban tapi mereka tidak nyaman yang akhirnya lebih memilih ke sungai maupun kebun.
"Ini sudah sampai pada kebiasaan ya, coba kalau mereka ke Kota Serang apakah masih mau BABS tentunya tidak kan, artinya masalah ini masih bisa kita atasi bersama," katanya.
Sumber:
