Zakiyah Harapkan TMMD Tepat Sasaran
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyerahkan alat skop, untuk pelaksanaan TMMD di Kecamatan Cikeusal, Selasa (10/2).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengharapkan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 dapat tepat sasaran dan berdampak kepada masyarakat.
Hal itu disampaikannya ketika menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada pembukaan TMMD ke-127 di lapangan Mini Soccer, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Selasa (10/2).
Zakiyah mengatakan, TMMD ini rencananya bakal dilaksanakan mulai Selasa 10 Februari sampai 11 Maret 2026, di beberapa desa yang ada di Kecamatan Cikeusal.
Ia berharap, kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan aman serta tepat sasaran agar berdampak pada masyarakat.
"Semoga sinergitas antara pemerintah daerah, dengan TNI dapat memberikan dampak positif ke masyarakat, melalui TMMD ini wilayah perdesaan bisa terbangun dan berjalan dengan lancar," katanya.
Dikatakan Zakiyah, karena TMMD dilaksanakan di Kecamatan Cikeusal maka pemerintah kecamatan dan pemerintah desa diperintahkan untuk berpartisipasi membantu kegiatan tersebut.
Karena, kegiatan ini bukan hanya kegiatan pembangunan fisik, melainkan sebuah manifestasi dari semangat gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat pemerataan pembangunan, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi ketahanan wilayah yang tangguh.
"Setelah kegiatan ini, saya berharap ada dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan bisa jangka panjang. Karena, kegiatannya yaitu pembangunan drainase, pembangunan jalan rusak, dan lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Kodim 0602/Serang Letkol Inf Eko Asmani mengatakan, pada kegiatan TMMD ini ada sekitar 150 personel yang diterjunkan untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur, yaitu pembukaan dan pengerasan jalan di dua titik sepanjang 1.150 meter, lalu pembangunan drainase, serta tembok penahan tanah.
Tidak hanya itu, terdapat juga sanitasi dan air bersih yakni pembangunan 10 unit jamban individu dan penyediaan lima unit sumur bor untuk air bersih, peningkatan kualitas lingkungan, dan peningkatan jalan lingkungan.
"Selain itu, terdapat pula kegiatan multisektor yang krusial, seperti rehabilitasi 10 unit rumah tidak layak huni atau Rutilahu, perbaikan dua unit musala, penanaman 300 batang pohon, serta pengembangan ketahanan pangan seluas dua hektare. Kegiatan ini merupakan sinergitas antara TNI dan pemerintah daerah serta masyarakat untuk sama-sama membangun desa," katanya. (agm)
Sumber:

